BLORA, Harianmuria.com – Rencana perluasan lahan tanaman tembakau di Kabupaten Blora belum mencapai target pada tahun 2025. Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) menyebut cuaca kemarau basah menjadi faktor utama kegagalan perluasan areal tanam tersebut.
Kepala DP4 Blora, Ngaliman, menjelaskan bahwa dari target penambahan 500 hektare lahan tanam tembakau tahun ini, realisasi di lapangan tidak maksimal. Total luas tanam tahun ini hanya mencapai 2.895 hektare, naik 95 hektare dari tahun sebelumnya.
“Tahun ini memang ada kendala kemarau basah. Banyak hujan saat musim kemarau, sehingga lahan tembakau tergenang dan banyak tanaman yang mati,” jelasnya, Selasa, 14 Oktober 2025.
DP4 Blora Siapkan Program untuk 2026
Sebagai upaya menggenjot target pada tahun 2026, DP4 Blora telah merancang berbagai strategi untuk mendukung petani tembakau. Beberapa di antaranya bimtek budi daya tembakau, pelatihan greader tembakau, fasilitasi saprotan (pupuk, pestisida, benih), bantuan pengovenan tembakau, dan demplot tembakau varietas baru.
“Kita akan adakan bimtek pengembangan varietas tembakau baru yang belum pernah ditanam di Blora. Tentu varietas yang berkualitas tinggi,” tambah Ngaliman.
DP4 juga berencana memberikan bantuan alsintan untuk mempermudah pengolahan lahan tembakau. Nantinya juga ada pelatihan pengolahan pascabayar panen.
“Harapannya, dari fasilitasi hingga bantuan untuk petani tembakau, dapat menarik perhatian petani yang lainya untuk ikut menanam tembakau,” katanya.
Perkuat Kemitraan dengan Industri Rokok
Selain dukungan teknis, DP4 juga berencana melatih para petani tembakau untuk memahami pola kemitraan dengan pabrik rokok, secara langsung. Sehingga jaminan pasar atau serapan panen dapat menguntungkan petani.
“Jaminan pasar akan lebih stabil dan harga tembakau lebih berpihak pada keuntungan petani,” tambahnya.
DBHCHT dan Target Luasan Tembakau
Tahun ini, DP4 Blora mengelola anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp4,05 miliar yang difokuskan untuk peningkatan produksi tembakau. Tahun ini ditargetkan luasan tanam tembakau bertambah 500 hektare.
Target tersebut lebih kecil dibandingkan penambahan luasan tembakau pada 2023 ke 2024. Pada tahun 2024, luasan areal tanaman tembakau naik 1.600 hektare, sehingga tahun lalu luasan areal tanam mencapai 2.800 hektare.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









