PATI, Harianmuria.com – Tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, kembali ambrol sepanjang 10 meter setelah diterjang banjir deras pada Minggu malam, 2 November 2025. Kondisi ini membuat sekitar 15 rumah warga di bantaran sungai terancam longsor dan tergenang air.
“Kejadian longsornya tadi malam setelah banjir. Bagian bawah tanggul tergerus air, akhirnya pagar langsung ambrol ke tengah sungai. Ini berbahaya sekali untuk warga yang tinggal di pinggiran sungai,” ujar salah satu warga setempat, Sujono, Senin, 3 November 2025.
Banjir Kiriman Sebabkan Tanggul Ambrol
Derasnya debit air kiriman dari wilayah Pati bagian selatan membuat aliran Sungai Widodaren meluap dan menghantam tanggul yang sudah rapuh. Akibatnya, panjang tanggul yang rusak kini mencapai sekitar 50 meter, memperparah kerusakan sebelumnya.
Kondisi tersebut tak hanya mengancam sekitar 15 rumah warga di bantaran sungai. Lokasi tanggul yang berada di jalur vital Pantura Juwana–Rembang juga membahayakan keselamatan pengendara yang melintas
Warga Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan
Menurut Sujono, mengatakan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebenarnya telah meninjau lokasi sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata untuk memperbaiki tanggul yang ambrol.
“Kami minta pemerintah pusat bisa turun langsung, karena dari pemerintah kabupaten belum ada tindak lanjut yang jelas. Hanya survei-survei saja, sampai sekarang jebol lagi tidak ada tindakan nyata,” tegasnya.
Ia menambahkan, warga kini bingung karena belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas perbaikan tanggul. Pemerintah Kabupaten Pati dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) disebut saling melempar tanggung jawab.
“Harapannya dari pusat bisa turun langsung untuk menangani ini, karena sekarang kami tidak tahu persis siapa yang bertanggung jawab,” pungkas Sujono.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









