SALATIGA, Harianmuria.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk mendukung ketahanan pangan. Pada Selasa, 23 September 2025, pihak Rutan berhasil memanen 55 kilogram (kg) ikan lele dan 5 kg terong.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, menyatakan bahwa hasil panen ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan akselerasi program dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
“Walaupun tidak seberapa, ini bukti nyata bahwa dengan lahan terbatas, kami tetap produktif. Panen lele dan terong ini juga menjadi sarana edukasi dan asimilasi bagi warga binaan,” ujar Anton.
Manfaat Panen untuk Warga Binaan dan Masyarakat
Anton menjelaskan bahwa hasil panen akan digunakan untuk kebutuhan dapur sehat Rutan, sebagian dibagikan kepada masyarakat melalui aksi sosial, dan sebagian lagi dibeli oleh petugas dengan harga pasar.
“Alhamdulillah, panen kali ini memberikan manfaat luas. Sebagian hasil juga kami gunakan untuk membeli bibit dan peralatan pertanian serta perikanan berikutnya. Warga binaan yang mengelola program ini juga menerima premi sebagai uang saku,” jelasnya.
Bekal Keterampilan bagi Warga Binaan
Program ketahanan pangan ini dirancang sebagai bekal keterampilan agar warga binaan dapat menjadi pribadi yang kreatif dan produktif setelah bebas, serta tidak mengulangi kesalahan hukum.
“Kami berharap program ini bisa membentuk warga binaan jadi mandiri dan berdaya guna setelah bebas nanti,” pungkas Anton.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki










