KUDUS, Harianmuria.com – Pasien penderita batu ginjal kini tidak perlu lagi khawatir harus menjalani operasi. RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus telah menyediakan layanan Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), sebuah metode modern yang memecah batu ginjal tanpa pembedahan, cukup dengan gelombang kejut dari luar tubuh.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med., Sp.A., menjelaskan bahwa ESWL merupakan prosedur non-invasif yang minim risiko.
“ESWL itu suatu tindakan untuk memecah batu dengan daya kejut. Tindakannya dari luar tubuh, jadi tidak ada bekas operasi. Efek sampingnya juga ringan, paling hanya mual atau sedikit nyeri,” ungkapnya, Sabtu, 13 September 2025.
Metode ini sangat efektif untuk batu ginjal, batu ureter, hingga batu kandung kemih dengan ukuran di bawah 2 sentimeter (cm).
Dengan teknologi ini, pasien tidak perlu rawat inap lama. Setelah tindakan yang berlangsung sekitar 30 menit hingga satu jam, pecahan batu akan ikut keluar bersama urine secara alami.
Keunggulan lain, pasien bisa cepat kembali beraktivitas tanpa rasa nyeri berlebihan. Tidak ada sayatan, tidak ada jahitan, dan tidak membutuhkan pembiusan.
“Karena non-invasif, pasien tidak perlu takut. Tindakannya aman dan relatif nyaman,” tambah dr. Hakam.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan ini cukup tinggi. Apalagi, ESWL di RSUD Loekmono Hadi sudah ditanggung BPJS Kesehatan bagi pasien yang memenuhi kriteria medis. Hal ini tentu meringankan beban biaya sekaligus memperluas akses pelayanan.
Untuk dapat menjalani ESWL, pasien harus lebih dulu memeriksakan diri di poli urologi. Dokter spesialis akan menilai ukuran batu serta kondisi kesehatan pasien.
Bila sesuai, barulah tindakan dijadwalkan. Pemeriksaan penunjang seperti tes darah juga mungkin diperlukan untuk memastikan keamanan prosedur.
Layanan ESWL di RSUD dr. Loekmono Hadi tersedia setiap hari, Senin hingga Sabtu. Dengan hadirnya fasilitas ini, rumah sakit pelat merah tersebut menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang modern, terjangkau, dan ramah pasien.
“Tujuan kami agar masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh mencari layanan serupa di kota besar. Cukup di Kudus, pasien bisa mendapatkan tindakan medis berkualitas,” tegas dr. Hakam.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki









