KUDUS, Harianmuria.com – Penyelenggaraan PON Bela Diri Kudus 2025 memasuki hari keempat pada Rabu, 15 Oktober 2025, dan dinilai memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat lokal.
Event sports tourism terbesar di Kabupaten Kudus ini membawa multiplier effect (efek pengganda) ke berbagai sektor, mulai dari pariwisata, UMKM, penginapan, kuliner lokal, hingga transportasi.
Kembangkan Sport Tourism Kudus
Presiden Direktur Djarum Foundation, Victor Rachmat Hartono, menyebut PON Bela Diri ini sebagai momentum bersejarah untuk Kudus. Event ini terselenggara berkat kolaborasi antara KONI, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Kami memang ingin meramaikan berbagai kegiatan sports tourism. Kudus punya potensi besar dan kami siap mendukungnya secara berkelanjutan,” ujar Victor.
Victor menambahkan, Djarum Foundation yang berpengalaman menggelar turnamen bulu tangkis kini memperluas langkah dengan menghadirkan berbagai ajang olahraga, mulai dari sepak bola putri, atletik, panahan, hingga bela diri. Menurutnya, penyelenggaraan rutin event olahraga akan mendorong perekonomian daerah bergerak positif.
UMKM dan Wisata Lokal Ikut Terdongkrak
Kegiatan ini turut menggairahkan sektor UMKM lokal yang membuka stan di sekitar lokasi pertandingan. Produk-produk lokal seperti makanan khas, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh turut dipamerkan dan diminati pengunjung.
Sementara itu, sektor penginapan dan pariwisata juga mendapat imbas positif. Banyak atlet dan kontingen memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi Kudus.
City Tour Gratis untuk Atlet dan Kontingen
Perwakilan Djarum Foundation, Ryan Gozali, menambahkan bahwa pihaknya menyediakan fasilitas city tour gratis untuk para peserta PON. Cukup dengan menunjukkan ID Card, para atlet bisa menikmati wisata lokal tanpa biaya.
“Kami ingin para atlet tidak hanya bertanding, tapi juga merasakan budaya dan keindahan Kota Kretek,” jelas Ryan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









