BLORA, Harianmuria.com – Lahan eks Pasar Induk Blora memiliki target pasar dengan segmen yang luas bila dikembangkan sebagai usaha perhotelan. Lokasi lahan yang strategis akan menjadi magnet bagi wisatawan ke Blora.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora Bondan Arsiyanti, lokasi lahan sangat strategis dikarenakan berdekatan dengan kawasan permukiman, perkantoran, hingga pusat-pusat ekonomi di Kabupaten Blora. Lokasi tersebut juga bersinggungan langsung dengan jalan kolektor primer 2 dan terhubung langsung ke jalan provinsi.
“Lokasi lahan di pusat kota Blora. Sehingga potensi target pasar sangat luas, baik dari pihak swasta maupun koorporasi yang ada di sekitar Kabupaten Blora,” kata Danik, sapaan Bondan Arsiyanti, jumat (15/3/2025).
Ia mengungkapkan, perkembangan hotel di kawasan tersebut dapat menyasar wisatawan yang berkunjung ke Blora. Hal itu didukung grafik pertumbuhan wisatawan Nusantara (wisnus) di Kabupaten Blora yang cukup signifikan, pada tahun 2024 naik 57 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Jumlah perjalanan wisnus di Blora dari Januari hingga September 2024 mencapai 2,33 juta. Lalu berdasarkan kunjungan ke tempat wisata, tingkat pertumbuhannya cukup tinggi, mencapai 789 ribu wisatawan,” jelasnya.
Untuk menarik investor, kata Danik, Pemkab Blora menawarkan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), di mana mitra dapat menggunakan lahan tersebut hingga 30 tahun.
“Atas kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) ini, Pemkab Blora dapat memperoleh kompensasi tetap (sewa lahan) dan pembagian keuntungan atas adanya usaha atau bisnis pada KSP. Kompensasi itu didapatkan sejak tahun pertama hingga berakhirnya kerja sama,” terangnya.
Danik menambahkan, limit 30 tahun itu masih dapat diperpanjang lagi. Perpanjangan KSP memerlukan evaluasi dan kesepakatan kembali antara Pemkab Blora dengan mitra pemanfaatan.
(EKO WICAKSONO – Harianmuria.com)









