REMBANG, Harianmuria.com – Gelaran NjajanFest 2.0 resmi dibuka meriah di halaman Taman Kartini Rembang, Jumat, 12 September 2025. Event yang berlangsung hingga Minggu, 14 September 2025 ini menjadi ajang pesta kuliner UMKM lokal yang memanjakan pengunjung.
Festival kuliner tahunan yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik bersama Rumah BUMN ini langsung mencetak capaian gemilang: total transaksi UMKM di hari pertama mencapai Rp278 juta.
Pembukaan festival diawali dengan arak-arakan Gunungan NjajanFest oleh komunitas seni Singo Wahyu Wibowo Sahabat Seni, binaan PT Semen Gresik. Suasana bertambah meriah dengan prosesi adat ‘pambuko pecah kendi’ sebagai simbol pembuka rezeki bagi para pelaku UMKM.
Prosesi ini dihadiri oleh perwakilan PT Semen Gresik (Unit Komunikasi & CSR), Kepala Disbudpar Rembang, Bank Indonesia, dan BNI Rembang. Setelah kendi dipecahkan, masyarakat langsung memadati area festival untuk berebut gunungan jajanan sebagai bagian dari tradisi syukuran.
Baca juga: NjajanFest 2.0 Hadir di Rembang, Makan Siang Cukup Bayar Rp80 Pakai QRIS
Kuliner Lokal, Edukasi, dan QRIS Kenduri Rasa
Bank Indonesia turut menyemarakkan festival melalui QRIS Kenduri Rasa, dengan membagikan 1.200 porsi kuliner khas Rembang selama acara berlangsung. Menu hari pertama, Lontong Tuyuhan, ludes diserbu pengunjung hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.
Tak hanya soal kuliner, NjajanFest 2.0 juga menyisipkan nilai edukasi. RS Bhina Bhakti Husada menghadirkan Bhina Talk, sebuah talkshow kesehatan yang mengangkat isu kesehatan masyarakat secara ringan dan informatif.
Bupati Rembang: UMKM Harus Naik Kelas
Dalam seremoni pembukaan malam harinya, Bupati Rembang, Harno, menyampaikan apresiasinya kepada PT Semen Gresik atas penyelenggaraan NjajanFest yang dinilainya bukan hanya sebagai ajang jualan, tapi juga edukatif dan inspiratif.
“Event ini harus ditiru oleh perusahaan lain. Tahun depan, kita targetkan lebih banyak UMKM Rembang naik kelas lewat Rumah BUMN,” tegas Bupati Harno.
Sementara itu, Kepala Unit Komunikasi & CSR PT Semen Gresik, Sulistyono, menegaskan bahwa NjajanFest merupakan platform pemberdayaan UMKM lokal.
“Kami ingin Rumah BUMN Rembang menjadi motor penggerak ekonomi lokal. NjajanFest adalah panggung untuk memamerkan kualitas UMKM Rembang ke masyarakat luas,” jelasnya.
Omzet Hari Pertama Tembus Rp278 Juta
Hari pertama NjajanFest mencatat transaksi UMKM senilai Rp278 juta. Rata-rata tenant berhasil membukukan penjualan antara Rp5–6 juta, bahkan salah satu tenant meraih omzet hingga Rp18,75 juta hanya dalam sehari.
Antusiasme yang tinggi di hari pertama diyakini akan terus berlanjut. Masyarakat diajak untuk hadir dan meramaikan dua hari tersisa festival, sekaligus memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM lokal agar terus berkembang dan naik kelas.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki









