SALATIGA, Harianmuria.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian dan renovasi rumah yang menunjang produktivitas usaha.
Pemerintah kini menyediakan fasilitas kredit bunga rendah sebesar 6 persen per tahun, atau sekitar 0,5 persen per bulan. Skema pembiayaan tersebut memungkinkan masyarakat merenovasi rumah untuk kegiatan usaha tanpa harus terbebani bunga tinggi.
“Bunganya hanya 6 persen setahun. Ini sangat murah. Silakan manfaatkan karena pemerintah sudah menyiapkan produk unggulan untuk masyarakat Salatiga dan Jawa Tengah,” ujar Ara, sapaan Maruarar, usai sharing session dan sosialisasi program Kementerian PKP di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Rabu malam, 5 November 2025.
Bantu UMKM dan Pengembang Kecil
Ara menjelaskan, skema pembiayaan ini tidak hanya menyasar pelaku usaha rumahan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas permukiman sekaligus ekonomi daerah.
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema khusus bagi pengembang kecil untuk memperluas kapasitas bisnis mereka.
“Program ini memberikan kesempatan kepada pengembang dengan modal maksimal Rp10 miliar untuk mengelola proyek hingga Rp50 miliar, dengan subsidi bunga sekitar 5 persen,” terangnya.
Kebijakan ini diharapkan menjadi jalur percepatan bagi pelaku UMKM agar dapat naik kelas menjadi pengusaha menengah sekaligus memperkuat ekosistem usaha perumahan di daerah.
Bagian dari Strategi Nasional Presiden
Ara menegaskan bahwa seluruh program pembiayaan perumahan ini merupakan bagian dari strategi nasional Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
“Presiden Prabowo juga membebaskan pajak pembelian rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, agar mereka punya kesempatan memiliki rumah sendiri,” tegasnya.
Ajak Pemda Aktif Dampingi Masyarakat
Ara pun mengajak seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah, termasuk bupati dan wali kota, untuk aktif mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas kredit murah tersebut.
“Program kredit bunga rendah ini akan meningkatkan kualitas hunian, memperkuat usaha rumahan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









