BLORA, Harianmuria.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora terus berkembang dengan pesat. Hingga saat ini, sudah ada 51 dapur dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi aktif, menyalurkan makanan bergizi kepada 141.449 penerima manfaat.
Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, menyampaikan bahwa penambahan dapur MBG terus dilakukan. Kabupaten Blora menargetkan kuota hingga 73 dapur agar jangkauan program makin luas.
“Dalam waktu dekat juga akan ada penambahan dapur MBG yang segera beroperasi, sehingga jangkauannya makin luas,” ujar Artika, Selasa, 30 September 2025.
Penerima Manfaat MBG dari Berbagai Kelompok Usia
Program MBG melayani berbagai kelompok penerima, mulai dari balita, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga ibu hamil dan menyusui. Hingga 30 September 2025, total penerima manfaat tercatat sebanyak 141.449 orang.
Setiap porsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan gizi kelompok tersebut. Anggaran per porsi makanan untuk balita, TK, PAUD, dan siswa SD kelas 1-3 adalah Rp8.000, sementara untuk siswa SD kelas 4 ke atas, SMP, SMA, ibu hamil, dan menyusui dialokasikan Rp10.000.
Sistem Kemitraan dan Biaya Operasional
Selain anggaran dasar makanan, terdapat biaya tambahan yang ditanggung oleh mitra program, yaitu Rp2.000 untuk sewa tempat dan Rp3.000 untuk biaya operasional seperti listrik, gas, air, dan relawan.
Artika menjelaskan, kemitraan SPPG Blora melibatkan berbagai pihak, mulai dari yayasan masyarakat sipil, anggota DPRD Blora, hingga kepala desa di Kecamatan Kedungtuban. Pembagian makanan di sekolah menjadi tanggung jawab penuh sekolah melalui penanggung jawab (PIC).
“Kalau ada perubahan jadwal, seperti libur atau pulang cepat, pihak sekolah wajib konfirmasi ke kami,” jelasnya.
Modal Besar untuk Pengembangan Dapur SPPG
Untuk menjadi mitra SPPG, dibutuhkan modal besar. Biaya pembangunan dapur, pengadaan peralatan masak, hingga kendaraan distribusi bisa mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar per dapur.
“Dengan sistem kemitraan ini, kami berharap SPPG Blora dapat memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan ibu hamil,” tutup Artika.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









