SEMARANG, Harianmuria.com – Warga sempat digegerkan oleh insiden yang menimpa seorang pria hingga bersimbah darah di Jalan Petek, Purwosari, Semarang Utara, pada Minggu malam, 4 Januari 2026. Awalnya, kejadian tersebut diduga merupakan pengeroyokan.
Namun, kepolisian menegaskan bahwa insiden itu bukan pengeroyokan maupun pembacokan, melainkan pertengkaran antara kakak dan adik.
Polisi: Ini Hanya Pertengkaran Kakak-Adik
Ketua Tim Elang Polsek Semarang Utara, Aiptu Agus Supriyanto, atau akrab disapa Agus Arab, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan pertengkaran yang memang sering terjadi di keluarga tersebut.
“Tidak ada pengeroyokan. Itu hanya kakak beradik yang bertengkar sendiri di rumah mereka,” ujar Agus saat dikonfirmasi pada Senin, 5 Januari 2026.
Dipicu Pengaruh Minuman Keras
Agus menyebut, kedua pria yang terlibat adalah Jamal dan Ahmad, saudara kandung yang tinggal di kawasan Jalan Petek. Dalam peristiwa ini, Ahmad mengalami luka di kepala akibat pertikaian dengan kakaknya.
“Yang mengalami luka adalah adiknya, sementara pelakunya kakaknya sendiri,” jelas Agus.
Berdasarkan informasi awal, pertengkaran ini dipicu oleh pengaruh minuman keras, karena keduanya diketahui dalam kondisi mabuk saat kejadian.
“Mereka berdua mabuk. Keributan seperti ini sudah sering terjadi,” tambah Agus.
Luka Korban Masih Didalami Polisi
Terkait luka yang dialami Ahmad, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan benda apa yang digunakan, karena korban masih menjalani perawatan medis.
“Ada luka pendarahan di kepala, tapi dipukul menggunakan apa masih kami dalami,” kata Agus.
Kasus ini belum ditangani sepenuhnya oleh Polsek Semarang Utara karena korban masih membutuhkan waktu pemulihan.
Agus juga menegaskan bahwa foto yang ramai dibagikan di media sosial bukan bukti pengeroyokan. Foto tersebut hanya memperlihatkan kondisi lokasi saat ambulans tiba.
“Itu hanya foto lokasi ketika ambulans datang,” pungkasnya.
Sumber: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









