JEPARA, Harianmuria.com – Kabupaten Jepara kini resmi memiliki 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi aktif. Menyikapi capaian tersebut, DPRD Jepara menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan kemandirian unit layanan gizi tersebut.
DPRD Jepara Dorong SPPG Mandiri
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyampaikan dukungannya dalam peresmian SPPG ke-49 di Yayasan Al Fitroh, Dukuh Segepuk, Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo, pada Selasa, 4 November 2025.
“Program ini harus berjalan cepat dan mandiri. DPRD mendukung penuh agar setiap SPPG bisa berdiri sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah. Dengan begitu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berkelanjutan dan masyarakat segera merasakan manfaatnya,” tegas Agus.
Ia menilai, kemandirian menjadi kunci utama agar program MBG memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan gizi masyarakat dan menekan kemiskinan ekstrem.
“Tentu harapan kami, percepatan program MBG ini semakin cepat tercapai agar target tahun ini bisa terpenuhi. Masyarakat harus segera bisa merasakan dampaknya secara langsung,” ujarnya.
Agus menambahkan, fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD akan difokuskan untuk mendorong efisiensi dan efektivitas pengelolaan SPPG yang sudah berdiri.
Jepara Targetkan 60 SPPG Beroperasi
Bupati Jepara, H. Witiarso Utomo (Mas Wiwit), mengapresiasi dukungan legislatif tersebut. Ia menegaskan, Pemkab Jepara menargetkan penambahan hingga 60 SPPG aktif pada akhir 2025.
“Terima kasih atas dukungan DPRD. Dengan 49 SPPG yang sudah berjalan, momentum ini kita gunakan untuk mendorong kemandirian. Kami mendorong pengelola memanfaatkan potensi lokal agar operasional tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah,” ujar Mas Wiwit.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi dan memberdayakan setiap SPPG agar mampu mengelola sumber dayanya sendiri, sehingga layanan gizi gratis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









