JEPARA, Harianmuria.com – Komisi A dan Komisi C DPRD Kabupaten Jepara menggelar audiensi bersama Paguyuban Apotek Jepara dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Ruang Serbaguna DPRD Jepara, Jumat, 7 Oktober 2025.
Pertemuan ini membahas konsep pengembangan apotek inti dan apotek plasma yang terintegrasi dalam Koperasi Desa Merah Putih guna memperkuat akses layanan kesehatan dan obat-obatan hingga ke pelosok desa.
Audiensi tersebut dihadiri oleh perwakilan Paguyuban Apotek Jepara, IAI Jepara, Dinas Kesehatan, serta sejumlah apoteker dan pengelola apotek dari berbagai wilayah. Pihak legislatif menampung masukan terkait tantangan distribusi obat dan proses perizinan apotek di tingkat daerah.
Dekatkan Akses Kesehatan ke Masyarakat
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jepara, Imam Subhi, menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh ide pengembangan apotek inti-plasma. Ia menilai, sistem ini akan menjadi solusi efektif dalam memperluas akses masyarakat terhadap obat-obatan yang legal dan terjangkau.
“Tujuan utama konsep apotek inti dan apotek plasma ini adalah mendekatkan akses kesehatan kepada masyarakat. Jangan sampai ada warga yang kesulitan mendapatkan obat hanya karena faktor jarak atau ketersediaan,” ujar Imam Subhi.
Dalam konsep tersebut, apotek inti akan berfungsi sebagai pusat distribusi dan pengelolaan stok obat, sementara apotek plasma berada di tingkat desa melalui Koperasi Merah Putih. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi pergi ke kota hanya untuk membeli obat dasar.
DPRD Siap Kawal Proses Regulasi
Imam Subhi menegaskan bahwa DPRD akan mengawal proses regulasi dan memastikan tidak terjadi tumpang tindih aturan perizinan. Ia juga meminta Dinas Kesehatan memberikan pendampingan teknis agar apotek yang dikelola koperasi tidak menyalahi aturan praktik kefarmasian.
“Keamanan dan legalitas obat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Kita ingin akses kesehatan mudah, tetapi tetap sesuai aturan. Karena itu, sinergi dengan Dinas Kesehatan dan IAI sangat penting,” tegasnya.
Ketua Paguyuban Apotek Jepara dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa banyak desa antusias dengan konsep ini karena koperasi desa dapat sekaligus memberdayakan ekonomi lokal.
Audiensi ditutup dengan rencana tindak lanjut berupa penyusunan draft kerangka kerja sama dan penyelarasan regulasi dengan dinas terkait. DPRD Jepara menegaskan akan terus mengawal program ini agar segera terimplementasi di beberapa desa percontohan pada tahap awal.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









