Kamis, Januari 8, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - News - Buruh Gelar Aksi Topo Pepe di Balai Kota Semarang, Tuntut UMK & UMSK 2026 Sesuai KHL

Buruh Gelar Aksi Topo Pepe di Balai Kota Semarang, Tuntut UMK & UMSK 2026 Sesuai KHL

Basuki by Basuki
07 November 2025 14:24
in News, Semarang, Seputar Jateng, Umum
0 0
Aktivis buruh gelar aksi Topo Pepe di depan Balai Kota Semarang, menuntut penetapan UMK dan UMSK 2026 yang sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman menemui buruh yang melakukan aksi Topo Pepe di depan Balai Kota Semarang. (Lingkar Network/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

SEMARANG, Harianmuria.com – Sejumlah aktivis buruh kembali menggelar aksi Topo Pepe di depan Balai Kota Semarang pada Jumat, 7 November 2025, sebagai bentuk protes terkait belum ditetapkannya Upah Minimum Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) tahun 2026.

Aksi yang memasuki hari kedua ini diikuti oleh buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (FSP KEP), didampingi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) serta Aliansi ABJaT. Mereka menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menetapkan UMK dan UMSK sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

Koordinator aksi, Zaenuddin, menjelaskan bahwa istilah Topo Pepe berasal dari tradisi kuno kerajaan, sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap penguasa.

“Pada zaman dahulu rakyat duduk diam di bawah langit langsung menghadap singgasana raja untuk menuntut keadilan. Dengan filosofi yang sama, kami menuntut Wali Kota Semarang agar berpihak pada buruh,” ujarnya.

Baca Juga:  172 Barang Penumpang Kereta Tertinggal di Area KAI Daop 4 selama Nataru

Tuntut UMK dan UMSK Sesuai KHL

Ia menilai kebijakan pengupahan di Kota Semarang saat ini masih jauh dari kata layak, sehingga perlu adanya kenaikan upah pada tahun depan.

“Data yang dimiliki pemerintah dengan realitas di lapangan sangat berbeda. Upah buruh di Semarang masih di bawah KHL,” tegasnya.

Menurut Zaenuddin, aksi ini merupakan langkah awal untuk menggugah kesadaran pemerintah agar menetapkan upah yang manusiawi dan berkeadilan.

“Kami berharap UMK dan UMSK 2026 ditetapkan dengan nominal yang cukup untuk kehidupan layak. Ini bukan sekadar angka, tapi tentang keadilan bagi buruh,” katanya.

Hingga Jumat siang, para buruh masih menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah Kota Semarang. Mereka mengaku sempat ditemui oleh Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, yang bersedia mendengarkan aspirasi.

DPRD Dukung Tuntutan Buruh

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, mengonfirmasi pihaknya telah menerima aspirasi buruh dan menindaklanjutinya.

Baca Juga:  Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

“Ini kelanjutan pertemuan sebelumnya di rapat paripurna. DPRD Kota Semarang sudah memberikan rekomendasi resmi kepada Wali Kota Semarang,” ujarnya.

Ia menegaskan, DPRD mendukung penyesuaian upah yang lebih layak, mengingat Semarang sebagai kota metropolitan seharusnya memiliki standar pengupahan yang kompetitif.

“Kota Semarang ini ibu kota provinsi. Sudah sepantasnya mampu memberikan upah layak, apalagi dibandingkan Surabaya atau Bandung yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kadarlusman menilai, usulan buruh untuk menaikkan UMSK sekitar Rp4,1 juta masih tergolong wajar. “Itu angka ideal. Kalau sedikit berbeda bisa dibicarakan, yang penting prinsipnya kehidupan buruh harus layak,” tandasnya.

Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: aksi buruh SemarangBerita SemarangDPRD Kota SemarangKHLsemarang hari iniTopo PepeUMK 2026UMSK 2026upah layak

Related Posts

Produksi pertanian dan peternakan Rembang 2025 naik 6,84 persen, produksi padi melonjak hingga Rembang surplus beras hampir 30 bulan.
Rembang

Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang 2025 Naik 6,84 Persen, Beras Surplus 30 Bulan

7 Januari 2026
Anggaran Dana Desa Jawa Tengah 2026 turun drastis dari Rp1 miliar menjadi Rp300 juta per desa.
Seputar Jateng

Anggaran Dana Desa Jateng 2026 Anjlok Drastis, dari Rp1 Miliar Kini Tinggal Rp300 Juta per Desa

7 Januari 2026
Kabupaten Semarang mencatat surplus beras 30.575 ton sepanjang 2025, mendukung target swasembada pangan nasional.
Semarang

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

7 Januari 2026
Kekurangan satu guru setelah pensiun, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus terapkan sistem mengajar bergantian agar pembelajaran 183 siswa tetap berjalan.
Kudus

Kekurangan Guru, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus Terapkan Sistem Mengajar Bergantian

7 Januari 2026
Load More
Next Post
Audiensi antara GERMAP dan DPRD Pati terkait pajak karaoke terhenti setelah GERMAP walkout sebagai protes kehadiran kelompok Gradapa.

GERMAP Walkout dari Audiensi DPRD Pati soal Pajak Karaoke, Protes Kehadiran Kelompok Lain

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS