BLORA, Harianmuria.com – Bupati Blora Arief Rohman menegaskan akan memberikan rekomendasi ke Badan Gizi Nasional (BGN) apabila masih ditemukan praktik pemotongan porsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita sudah membuka hotline pengaduan MBG. Setiap aduan pasti dipantau bersama Satgas MBG,” ujar Bupati Arief, Rabu, 1 Oktober 2025.
Ia menegaskan, program MBG harus benar-benar dirasakan maksimal oleh siswa penerima manfaat, sehingga setiap siswa harus mendapatkan porsi sesuai takaran gizi yang telah ditetapkan.
“Takaran tidak sesuai itu jangan sampai terjadi lagi. Kalau sampai kedapatan porsi tidak sesuai, rekomendasi pasti saya kirim ke BGN,” tegasnya.
SPPG Wajib Kirim Video Harian
Arief menyampaikan bahwa seluruh Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) telah diingatkan untuk tidak melanggar aturan, terutama soal pemotongan jatah siswa.
“Setiap hari SPPG wajib mengirimkan video pelaksanaan ke Satgas MBG. Nanti ada satgas di tingkat kecamatan yang membantu Satgas Kabupaten. Kita juga akan lakukan sidak ke penerima manfaat untuk memastikan takaran makanan sesuai,” jelasnya.
Klarifikasi Korwil SPPG Blora
Koordinator Wilayah SPPG Blora, Artika Diannita, menjelaskan pihaknya sudah meminta klarifikasi dari SPPG yang diduga menyajikan porsi mini.
“Kasus porsi mini sudah diklarifikasi. Tapi dari foto yang beredar, tidak bisa langsung memvonis keseluruhan produk SPPG tersebut,” ujarnya.
Artika menambahkan, koordinasi dengan 51 dapur SPPG di Blora berjalan baik. Selain sidak ke penerima manfaat, pihaknya juga melakukan inspeksi ke dapur untuk memastikan takaran dan SOP dilaksanakan dengan benar.
“Kemarin kami sidak ke Blora Barat, seperti Ngawen, Kunduran, dan Todanan. Sidak memastikan takaran serta prosedur operasi standar dijalankan,” pungkasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









