BLORA, Harianmuria.com – Menjelang akhir tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Musim hujan kali ini datang lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya, dan berpotensi membawa angin puting beliung serta hujan berintensitas tinggi pada bulan Oktober hingga Desember.
Curah Hujan Tinggi dan Angin Kencang
Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa intensitas hujan di setiap wilayah Blora bervariasi. Namun, hujan turun setiap hari baik waktu pagi, siang, sore, maupun malam.
“Hujan dengan durasi lama kerap disertai angin kencang. Beberapa laporan menunjukkan hujan deras telah menimbulkan genangan air, meskipun belum sampai menyebabkan banjir,” terang Mulyowati, Selasa, 4 November 2025.
Ia menambahkan, potensi angin kencang kali ini cukup tinggi dan dapat menyebabkan pohon tumbang, terutama di area jalan utama dan perkampungan.
Wilayah Rawan Banjir dan Puting Beliung
Menurut data BPBD Blora, wilayah barat dan selatan Blora memiliki potensi tinggi terhadap banjir. Kecamatan yang masuk zona rawan di antaranya Banjarejo, Ngawen, Kunduran, Jati, Randublatung, dan Kedungtuban.
“Banjir di Blora umumnya disebabkan luapan Sungai Wulung dan Lusi, serta berkurangnya daya serap tanah akibat lahan gundul,” jelas Mulyowati.
Sementara itu, potensi angin puting beliung diperkirakan terjadi di wilayah selatan Blora, meliputi Kecamatan Jati, Kedungtuban, dan Randublatung.
“Kami akan koordinasikan dengan DLH,DPUPR, dan Perhutani untuk melakukan proses penanaman kembali untuk mengurangi adanya banjir dan embusan angin. BPBD akan siaga terus terkait cuaca yang tidak menentu,” tuturnya.
Koordinasi dan Peringatan Dini
BPBD Blora juga rutin berkoordinasi dengan kepala dinas dan para camat untuk menyampaikan kepada kepala desa tentang prakiraan cuaca harian. Peringatan dini terus disebarkan agar masyarakat di wilayah rawan bencana dapat bersiap lebih awal.
Mulyowati menambahkan, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon rawan tumbang di sepanjang jalan utama. Namun, ia mengakui ada tantangan dalam proses penebangan pohon berisiko tinggi karena memerlukan koordinasi lintas instansi.
“Akhir-akhir ini banyak pohon tumbang karena cuaca akhir tahun ini pasti angin kencang ditambah hujan lebat. Kami mengimbau warga untuk berhati-hati dengan kondisi puncak cuaca musim hujan,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










