KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Praktik penahanan ijazah akibat tunggakan administrasi sekolah masih terjadi di Kabupaten Semarang. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang turun tangan membantu dengan program Tebus Ijazah, menyasar siswa kurang mampu yang ijazahnya tertahan.
Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Khadziq Faisol, mengungkapkan bantuan diberikan kepada 20 siswa SMK Widya Praja Ungaran dengan total senilai Rp25 juta. Dana tersebut langsung diserahkan ke pihak sekolah untuk melunasi tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
“Kami berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan keringanan biaya hingga 50 persen, sehingga program Tebus Ijazah ini dapat terlaksana dan anak-anak bisa menerima ijazahnya,” ujarnya, Kamis, 14 Agustus 2025.
Verifikasi Data Siswa Lain Juga Dilakukan
Baznas bersama Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang saat ini tengah melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah lain untuk mendata siswa yang mengalami nasib serupa.
Khadziq menyebut verifikasi meliputi domisili, kondisi sosial ekonomi, hingga faktor lain yang menjadi penyebab tunggakan administrasi. Bantuan akan diberikan secara bertahap setelah data valid diperoleh.
Tunggakan Administrasi Siswa Capai Rp2 Miliar
Sementara itu, Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang, M Taufiqurrahman, mengungkapkan total tunggakan administrasi siswa yang ijazahnya tertahan di wilayah tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Jumlah siswa yang menunggak masih dalam pendataan. ASN di lingkungan Disdikbudpora juga telah menggalang bantuan Rp20 juta untuk membantu pelunasan dan pengambilan ijazah siswa kurang mampu,” jelasnya.
Selain Tebus Ijazah, Baznas Kabupaten Semarang juga menyalurkan bantuan bagi siswa SD dan SMP kurang mampu, guru prasejahtera, ASN dengan sakit menahun, serta perbaikan mushala. Total bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ASN Pemkab Semarang mencapai Rp261,7 juta.
Pemkab Semarang Prioritaskan Anak Kurang Mampu
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan bahwa Pemkab Semarang akan terus memprioritaskan bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu, termasuk melalui alokasi APBD. Penerima manfaat akan disesuaikan dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) level 1–4.
“Harapannya, anak-anak bisa tetap melanjutkan pendidikan dan jadi generasi membanggakan nantinya,” tuturnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki









