PEKALONGAN, Harianmuria.com – Pascainsiden kerusuhan dan penjarahan di Kantor DPRD serta kompleks Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan pada 30 Agustus 2025, kesadaran warga untuk mengembalikan aset daerah terus meningkat.
Hingga Kamis, 4 September 2025, sebanyak 154 barang telah dikembalikan oleh warga secara sukarela ke Posko Pengembalian Barang di area Setda Kota Pekalongan.
Koordinator Posko sekaligus Kabag Umum Setda Kota Pekalongan, Teguh Waluyo, mengungkapkan bahwa proses pengembalian ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Wali Kota agar masyarakat segera mengembalikan barang yang sempat dibawa saat kerusuhan.
“Sejak Rabu (3 September 2025), warga mulai berdatangan. Ada juga yang menitipkan barang lewat kelurahan atau kecamatan. Kami apresiasi langkah ini,” ujarnya, Kamis, 4 September 2025.
Barang Elektronik dan Non-Elektronik yang Dikembalikan
Hingga Kamis siang, tercatat 88 unit barang elektronik kembali ke Pemkot, di antaranya laptop, televisi, kulkas, dispenser, dan sound system. Selain itu, 66 barang non-elektronik seperti kursi, tiang bendera, plakat, sepeda, hingga sepeda motor juga telah diterima. Sebagian barang masih layak pakai, sementara lainnya mengalami kerusakan.
Posko Dibuka, Identitas Warga Dijamin Aman
Pemkot membuka Posko Pengembalian Barang Jarahan di gudang selatan Ruang Staf Ahli Setda setiap hari kerja hingga pukul 16.30 WIB. Pemerintah menjamin kerahasiaan identitas warga yang mengembalikan barang dan tidak akan menempuh jalur hukum bila dilakukan secara sukarela.
“Silakan titip lewat perangkat kelurahan atau kecamatan jika tidak ingin datang langsung. Kami tidak akan mempermasalahkan identitas,” tegas Teguh.
Aset Daerah untuk Kepentingan Bersama
Proses inventarisasi terhadap aset yang hilang, rusak, dan terbakar masih terus dilakukan. Pemkot menyatakan, pengembalian barang sangat membantu pemulihan layanan publik dan mempercepat normalisasi operasional pemerintahan.
“Aset ini milik bersama. Semakin cepat dikembalikan, semakin cepat juga pelayanan publik pulih seperti semula,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki









