REMBANG, Harianmuria.com – Kondisi Alun-Alun Rembang kini menjadi sorotan warga. Ruang publik kebanggaan masyarakat itu tampak memprihatinkan karena berbagai fasilitas mengalami kerusakan di banyak titik.
Fasilitas Rusak dan Lantai Retak
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar lantai Alun-Alun Rembang rusak dan tidak rata. Beberapa bagian bahkan timbul dan retak parah. Setidaknya 11 pot pohon juga mengalami kerusakan, sebagian rompal, dan lantai di sekitarnya retak akibat akar pohon yang menjalar.
Kerusakan juga tampak pada bok panel tiang lampu yang terbuka, memperlihatkan saklar MCB dan kabel listrik di dalamnya. Di sisi depan alun-alun, dari enam lampu hias yang terpasang, empat di antaranya berubah menjadi sarang burung, menambah kesan tak terawat.
Tanaman rambat tumbuh liar, beberapa pohon tampak layu, dan saluran air di sekeliling alun-alun terlihat kotor serta menghitam. Bahkan, beton penutup drainase ada yang hilang dan diganti papan kayu seadanya.
Warga Keluhkan Keamanan dan Kebersihan
Meski kondisinya rusak, Alun-Alun Rembang tetap ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga, jogging, dan bersantai. Namun, sejumlah warga menyampaikan keluhannya terhadap fasilitas yang tak lagi aman.
Selamet, warga Desa Kabongan, berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kebersihan dan kenyamanan area tersebut. “Kebersihannya supaya lebih dijaga. Kita bisa lebih nyaman menikmati suasana kalau alun-alunnya bersih dan rapi,” ujarnya, Jumat, 7 November 2025.
Selamet mengaku was-was membawa anak kecil karena banyak bagian lantai yang tidak rata akibat akar pohon.
Senada dengan itu, Ridwan, warga Desa Pandean, mengatakan kondisi lantai yang tinggi sebelah cukup membahayakan pengunjung.
“Buat yang jogging bisa keseleo. Dari segi keindahan juga sudah kurang enak dilihat. Harapannya segera dibenahi biar aman dan nyaman,” tuturnya.
Pemkab Siapkan DED Penataan Ulang
Menanggapi keluhan masyarakat, Bupati Rembang memastikan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah konkret untuk penataan ulang Alun-Alun Rembang.
“Alun-alun ini sudah saya buat DED (Detail Engineering Design). Insyaallah kalau tidak masuk di perubahan tahun ini, akan dilaksanakan di 2026,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan bahwa penataan ulang akan dilakukan dengan konsep yang lebih modern dan representatif, agar alun-alun bisa kembali menjadi ikon kota yang membanggakan.
“Saya minta dicek alun-alun yang modern, yang bagus seperti apa. Saya ingin sekali membuat yang bagus,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









