BLORA, Harianmuria.com – Kebakaran hebat akibat ledakan sumur minyak ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, memaksa 750 warga mengungsi. Peristiwa yang terjadi pada Minggu siang, 17 Agustus 2025, ini masih menyisakan kobaran api yang belum berhasil dipadamkan hingga hari ketiga, Selasa, 19 Agustus 2025.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, jumlah pengungsi mencapai 300 kepala keluarga (KK) dengan 750 jiwa, yang kini tersebar di berbagai lokasi.
“Sebanyak 154 jiwa mengungsi di delapan rumah warga, 17 jiwa di tenda pengungsi balai desa, sisanya di rumah sanak saudara,” ujar Agung Triono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora.
Respons Darurat: Dapur Umum dan Tenda Pengungsian
Untuk menangani kebutuhan pengungsi, TRC BPBD bekerja sama dengan Tagana Dinsos P3A Blora telah membuka dapur umum dan menyiapkan 900 bungkus makanan. Dua tenda pengungsi juga didirikan di balai desa dan lapangan voli.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Sumur Minyak Ilegal Blora: Ledakan Gas Saat Warga Ambil Minyak
Upaya Pemadaman Masih Berlangsung
Hingga hari ketiga, Selasa siang, api di sumur minyak ilegal tersebut belum dapat dipadamkan. “Tim gabungan masih berada di lokasi dan masih melaksanakan proses pemadaman dan pemantauan,” kata Agung.
TRC BPBD Blora telah melaksanakan pembuatan tanggul untuk persiapan pemadaman menggunakan 4 ekskavator backhoe milik DPUPR Kabupaten Blora.
“Kami juga melaksanakan pemantauan dan pasokan air untuk pemadaman, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk rencana tindak lanjut,” tutup Agung.
2 Korban Luka Bakar Dirawat di RSUP Sardjito
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden kebakaran sumur minyak itu menewaskan tiga perempuan lansia, yaitu Mbah Tanek (60) yang meninggal di lokasi kejadian, serta Mbah Sureni (52) dan adiknya Mbah Wasini (50) meninggal saat dirawat di RSUD dr. R. Soetijono Blora.
Dua korban luka bakar, termasuk satu balita, kini dirawat di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta. Mereka adalah yaitu Yeti (30) dan Abu Dhabi (2).
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki









