BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 49 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik mitra Badan Gizi Nasional (BGN) kini aktif beroperasi di Kabupaten Blora. Menariknya, dari jumlah tersebut, dua dapur diketahui dimiliki oleh pejabat publik.
“Ada satu milik anggota dewan dan satu milik kepala desa. Sisanya dimiliki warga sipil,” kata Artika Diannita, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Blora, Kamis, 25 September 2025.
Total Kuota 73 Dapur, 55 Sudah Siap Operasi
Dari total kuota 73 dapur SPPG yang dialokasikan untuk Blora, saat ini sudah ada 49 dapur yang aktif, dan 6 lainnya dalam tahap memiliki SPPI (Surat Penetapan Pelayanan Individu).
“Total ada 55 dapur yang sudah siap beroperasi,” lanjut Artika.
Modal Pembangunan Capai Rp2 Miliar
Menurut Artika, setiap mitra dapur memerlukan investasi awal yang besar, yakni sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar untuk membangun dan melengkapi fasilitas dapur. Adapun biaya bahan baku per porsi dibedakan menjadi dua kategori, yaitu porsi besar dan kecil.
“Porsi untuk balita, TK/PAUD hingga SD kelas 3 bahan bakunya Rp8 ribu. Lalu SD kelas 4, SMP, SMA, ibu hamil dan menyusui bahan bakunya Rp10 ribu,” ujarnya.
Dukungan Biaya Operasional dari Negara
Negara memberikan dukungan berupa uang sewa sebesar Rp2.000 per porsi kepada mitra. Selain itu, ada alokasi Rp3.000 per porsi untuk operasional dapur, mencakup biaya listrik, air, gas, dan honor relawan.
“Operasional dapur mencakup minimal 3.000 penerima manfaat. Jadi, mitra bisa mendapatkan Rp6 juta dari sewa dan Rp9 juta untuk operasional setiap harinya,” jelas Artika.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









