Kamis, Januari 8, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Kajian Agama - Suluk Maleman Edisi 161 di Pati Mengurai ‘Dongeng Peradaban Autoimun’

Suluk Maleman Edisi 161 di Pati Mengurai ‘Dongeng Peradaban Autoimun’

Basuki by Basuki
19 Mei 2025 10:49
in Kajian Agama, News, Pati, Seputar Jateng, Umum
0 0
Anis Sholeh Ba’asyin dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu (17/5/2025). (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

Anis Sholeh Ba’asyin dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu (17/5/2025). (Dok. Pribadi/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-161 di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, pada Sabtu (17/5/2025) mengangkat tema unik ‘Dongeng Peradaban Autoimun’.

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, mengupas secara mendalam fenomena sosial dalam masyarakat yang dianalogikan dengan penyakit autoimun. Dalam dunia medis, autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari serangan virus dan bakteri justru menyerang sel-sel tubuh sendiri.

Anis melihat adanya kemiripan dengan dinamika sosial, di mana mekanisme penolakan terhadap unsur asing dalam masyarakat dapat berbalik menjadi ancaman destruktif.

“Ambil contoh, tentara yang seharusnya menjadi antibodi penjaga masyarakat dari ancaman luar, malah melihat masyarakat sebagai ancaman. Atau penegak hukum yang seharusnya melindungi dari pelanggar hukum, justru menggeneralisasi masyarakat sebagai pelanggar,” ungkapnya.

Begitu pula politisi yang memanipulasi aspirasi rakyat atau ASN yang alih-alih melayani malah merugikan masyarakat. “Jika ini terjadi sendiri-sendiri atau bersamaan, dampaknya bisa melumpuhkan kehidupan sosial,” sambung Anis.

Selain itu, Anis menyoroti gejala autoimun lain yang muncul secara organik maupun rekayasa, seringkali berakar pada kebencian dan permusuhan antar kelompok. Eskalasi gejala ini dapat memecah belah kohesifitas masyarakat dan memicu konflik horizontal.

“Kekuasaan modern cenderung menciptakan autoimun jenis ini untuk melanggengkan diri. Mereka merekayasa atau memprovokasi konflik laten atau bahkan menanam potensi konflik baru agar masyarakat terpecah belah dan mudah dikuasai,” tandasnya.

Anis mengambil contoh isu nasab dan polarisasi ‘cebong-kampret’ sebagai ilustrasi rekayasa konflik untuk memecah belah masyarakat berdasarkan perbedaan aspirasi politik. Ironisnya, dendam akibat perseteruan semacam ini seringkali diwariskan antargenerasi, yang menurut Anis bagaikan menanam bom waktu bagi masa depan.

Untuk menghindari fenomena autoimun sosial ini, Anis mengutip hadis Nabi yang mengajarkan untuk mencintai dan membenci secara proporsional.

“Ada hadis menarik, mencintailah secukupnya dan membencilah secukupnya. Jangan terlalu mencintai, karena siapa tahu yang kamu cintai suatu saat menjadi musuhmu. Jangan pula terlalu membenci, karena mungkin yang kamu benci suatu saat bisa jadi sahabatmu,” katanya.

Dalam perspektif Islam, cinta dan benci harus berlandaskan karena Allah sebagai pusat yang menghubungkan antar makhluk. Tanpa landasan ini, baik cinta maupun benci dapat menjadi destruktif karena setiap manusia memiliki kekurangan.

Anis juga mengkritik penggunaan istilah ‘muhibbin’ yang dianggapnya sebagai adopsi konsep ‘fans’ dari dunia selebritas modern. Menurutnya, Islam mengajarkan saling menyayangi secara dua arah, bukan pemujaan fanatik satu arah yang bisa berujung pada ‘thogut’ atau pengkultusan berlebihan.

Pentingnya berkumpul dengan orang saleh juga ditekankan oleh Anis. Baginya, ‘saleh’ adalah kondisi dinamis seseorang yang terus berusaha menjadi lebih baik, bukan sekadar rutinitas ibadah formal.

Saling mencintai dan menyayangi dipandang sebagai metode interpersonal terbaik untuk mencegah autoimun sosial. Sementara dalam tatanan masyarakat, dibutuhkan sosok-sosok terpercaya yang bebas dari kepentingan duniawi untuk membimbing dan menjadi ‘antibodi sosial’.

Celakanya, menurut Anis, sosok-sosok inilah yang seringkali menjadi sasaran pembunuhan karakter dalam proses menuju autoimun sosial.

Di akhir diskusi, Anis menyoroti paradoks Indonesia sebagai negara miskin tapi bahagia. Hal ini disebabkan oleh kuatnya interaksi dan gotong royong di masyarakat. Ia berharap nilai-nilai luhur bangsa ini tidak terkikis oleh budaya luar yang merusak.

(NAILIN RA – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Anis Sholeh Ba’asyinautoimunInfo PatiKajian AgamaNgaji NgAllah Suluk Malemanpatiperadaban autoimunSuluk Maleman

Related Posts

Produksi pertanian dan peternakan Rembang 2025 naik 6,84 persen, produksi padi melonjak hingga Rembang surplus beras hampir 30 bulan.
Rembang

Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang 2025 Naik 6,84 Persen, Beras Surplus 30 Bulan

7 Januari 2026
Anggaran Dana Desa Jawa Tengah 2026 turun drastis dari Rp1 miliar menjadi Rp300 juta per desa.
Seputar Jateng

Anggaran Dana Desa Jateng 2026 Anjlok Drastis, dari Rp1 Miliar Kini Tinggal Rp300 Juta per Desa

7 Januari 2026
Kabupaten Semarang mencatat surplus beras 30.575 ton sepanjang 2025, mendukung target swasembada pangan nasional.
Semarang

Kabupaten Semarang Surplus Beras 30.575 Ton di 2025, Dukung Swasembada Pangan Nasional

7 Januari 2026
Kekurangan satu guru setelah pensiun, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus terapkan sistem mengajar bergantian agar pembelajaran 183 siswa tetap berjalan.
Kudus

Kekurangan Guru, SD 2 Pasuruhan Lor Kudus Terapkan Sistem Mengajar Bergantian

7 Januari 2026
Load More
Next Post
Bupati Pati Sudewo memimpin rapat intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2025 di Kantor Bupati, Minggu (18/5/2025). (Dok. Humas Pemkab Pati/Harianmuria.com)

Tarif PBB-P2 di Pati Naik 250 Persen, Bupati Sudewo: untuk Percepatan Pembangunan

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS