JEPARA, Harianmuria.com – Jalan rusak di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara, yang tak kunjung diperbaiki selama lebih dari setahun memicu kekecewaan warga.
Berbagai bentuk protes pun bermunculan sebagai upaya menyuarakan keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan pengguna.
Keluhan warga disampaikan dengan memasang spanduk, tulisan di badan jalan, hingga konten video yang memperlihatkan jalan berlubang.
Salah satu tulisan yang mencuri perhatian berbunyi, “kapusan Janjine Bupati, Jepara Mulus Stop Bayar Pajak”. Tulisan itu menjadi ekspresi kekecewaan warga karena perbaikan yang diharapkan belum juga terealisasi.
Muhammad Yusuf (42), warga setempat yang akrab disapa Kaji Mamat, mengatakan masyarakat sebenarnya tidak memiliki tuntutan yang berlebihan. Masyarakat menginginkan jalan yang layak untuk beraktivitas sehari-hari
“Kami tidak minta yang macam-macam. Tidak harus dicor atau dibeton. Yang penting jalannya tidak berlubang dan aman dilewati,” katanya.
Karena perbaikan belum kunjung dilakukan, warga berinisiatif melakukan penanganan sementara secara swadaya. Warga membeli satu truk material sirtu (pasir batu) untuk menutup sejumlah lubang yang dinilai berbahaya di kawasan jalan Jepara-Kudus
“Ini murni hasil gotong royong masyarakat. Tujuannya supaya pengguna jalan lebih nyaman dan risiko kecelakaan bisa berkurang,” ujarnya.
Ruas jalan tersebut merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah Jepara dengan Kudus. Tingginya mobilitas kendaraan membuat kerusakan jalan semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Petinggi Desa Daren, Edy Khumaidi, menyebut kerusakan jalan Jepara-Kudus dipicu cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia juga memastikan ruas jalan yang rusak telah masuk dalam rencana perbaikan tahun 2026.
“Alhamdulillah sudah dianggarkan oleh Pak Bupati. Mudah-mudahan segera bisa direalisasikan,” katanya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Ulfa











