Rabu, Januari 7, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Seputar Jateng - Terkendala SDM, Implementasi Kurikulum Merdeka di Jepara Belum Merata

Terkendala SDM, Implementasi Kurikulum Merdeka di Jepara Belum Merata

Sekar Sari by Sekar Sari
15 Januari 2024 16:48
in Seputar Jateng, Jepara
0 0
Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sekolahnya. (Muhammad Aminudin/Harianmuria.com)

Sejumlah siswa saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di sekolahnya. (Muhammad Aminudin/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

JEPARA, Harianmuria.com – Kementrian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengajak para guru pendidik untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka (KUMER) sejak tahun 2022.

Namun seluruh sekolahan yang ada di kabupaten Jepara belum sepenuhnya mengimplementasikan kurikulum tersebut. Karena ada beberapa faktor yang perlu dipersiapkan diantaranya adalah dari Sumber daya manusia (SDM) yaitu guru pendidik di sekolahan itu sendiri.

Ketua Komunitas Guru Penggerak (GP) Suraji sekaligus guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang ada di kabupaten Jepara menyampaikan bahwa sekolahan dasar tempat ia mengajar sudah menerapkan Kurikulum Merdeka ini. Namun ada 1 angkatan, yaitu kelas 6 sekarang yang belum memakai kurikulum tersebut.

“Pada tahun ajaran 2022-2023 mulai diimplementasikan kurikulum merdeka di sekolahan kabupaten Jepara, namun masih ada yang belum merasakan kurikulum tersebut, dikarenakan ketika kurikulum merdeka itu mulai akan diterapkan, mereka sudah kelas 5, sehingga diteruskan menggunakan kirikulum 13 sampai mereka lulus dari sekolah dasar”. Kata Suraji, Jumat (12/1/2024).

Perbedaan yang sangat mencolok diantara kurikulum 13 dan kurikulum merdeka ini adalah pada fleksibiltas dalam desain kurikulum. Pada kurikulum memiliki kerangka dan struktur yang lebih terpusat secara nasional, sehingga dalam proses pembelajaran baik interaksi antara guru dengan murid ini kurang leluasa. Sedangkan untuk Kurikulum Merdeka ini guru dan sekolahan lebih leluasa untuk merancang dan menyusun kurikulum mereka sendiri dengan melihat kebutuhan dan karakteristik siswa setempat.

Baca Juga:  Tutup Tahun 2025, Pemkab Jepara Salurkan Santunan untuk 755 Anak Yatim dan Tenaga Kebersihan

“Dari dua kurikulum yakni kurikulum 13 dan kurikulum merdeka ini terdepat perbedaan yang mencolok, yakni dalam hal keleluasaan guru dan sekolah dalam mengatur kurikulum, yang mana kurikulum 13 diatur semuanya oleh pemerintah pusat, sedangkan kurikulum merdeka ini diatur dan disusun sendiri oleh pihak sekolahan tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik dari siswa sekitar,” tambahnya.

Pada dasarnya Kurikulum Merdeka ini para siswa tidak dituntut atau dipaksa untuk mempelajari semua mata pelajaran yang bukan menjadi minat utamanya, melainkan dengan merdeka siswa memilih materi yang ingin dipelajari sesuai minat masing-masing. Karena karakteristik utama kurikulum ini adalah pembelajaran berbasis soft skills dan karakter sesuai profil Pelajar Pancasila fokus materi essensial, yaitu dengan adanya waktu yang cukup untuk pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan siswa (konstektual), membuka lebih banyak ruang diskusi (dialogis), mengasah ketajaman bernalar dan membangun kreatifitas siswa.

“Kurikulum Merdeka meringankan siswa karena mereka tidak dipaksa untuk belajar mata pelajaran yang tidak mereka sukai, melainkan mereka merdeka untuk memilih mata pelajaran yang mereka inginkan dan pembelajaran berbasis soft skills dan karakter sesuai profil pelajar pancasila yang diharapkan mampu meningkatkan konstektual, dialogis, ketajaman bernalar dan kreatifitas siswa tersebut,” imbuhnya Suraji.

Baca Juga:  Polres Jepara Ungkap 169 Kasus Kejahatan Sepanjang 2025, Amankan 1 Kg Sabu

Sementara itu, Iryus Irianti, salah satu guru Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Jepara mengungkapkan bahwasanya ketika masa kurikulum 13 guru memiliki peran yang lebih jelas dalam pelaksanaan kurikulum yang telah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun berbeda dengan masa Kurikulum Merdeka yang mana guru mendapatkan tanggung jawab lebih dalam pelaksanaan kurilulum ini.

“Kurikulum 13, kami selaku guru lebih jelas perannya karena kurikulum sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun ketika Kurikulum Merdeka ini mendapatkan tanggung jawab lebih, baik dari teknis dan pelaksaannya di lapangan,” kata Yus, sapaan akrabnya.

Harapan yang sangat besar dari para guru pendidik agar para siswa mempunyai kemampuan atau skill di usia dini, yang mana pada masa pertumbuhannya bisa diiringi dengan bertumbuhnya atau terasahnya skill yang dimiliki.

“Kami para guru berharap, para siswa mempunyai skill sejak saat ini, sehingga ketika mereka dewasa dan sudah saatnya untuk mengabdi ke masyarakat, bisa dimanaafkan skill-nya untuk membantu khalayak banyak,” pungkasnya. (Lingkar Network | Muhammad Aminudin – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info JeparajeparaKurikulum Merdeka

Related Posts

Tanggul Kali Bremi di Pabean Pekalongan jebol sepanjang 35 meter, menyebabkan ratusan rumah terendam banjir dan 300 KK terdampak.
Pekalongan

Tanggul Kali Bremi Jebol 35 Meter, Ratusan Rumah di Pabean Pekalongan Terendam Banjir

7 Januari 2026
DP3A Kota Semarang mencatat serapan Bantuan Operasional RT dan RW tahun 2025 mencapai 95 persen, dengan total dana terserap Rp253,9 miliar.
Semarang

Serapan Bantuan Operasional RT dan RW di Kota Semarang Tembus 95 Persen

7 Januari 2026
Sebanyak 501 ASN dan 18 pejabat BUMD Blora wajib menyerahkan LHKPN periodik 2025 paling lambat 31 Maret 2026 sesuai ketentuan KPK RI.
Blora

501 ASN dan 18 Pejabat BUMD Blora Wajib Lapor Harta Kekayaan, Batas Akhir 31 Maret 2026

7 Januari 2026
Dinkes Kota Semarang menargetkan 1,5 juta warga mengikuti Cek Kesehatan Gratis 2026 guna mencapai cakupan 80 persen sesuai arahan Kementerian Kesehatan.
Semarang

Dinkes Kota Semarang Kejar Target 1,5 Juta Warga Ikuti Cek Kesehatan Gratis 2026

7 Januari 2026
Load More
Next Post
Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak. (M. Burhanuddin Aslam/Harianmuria.com)

Sejarah Kadilangu, Saksi Bisu Perjuangan Sunan Kalijaga Sebarkan Islam di Tanah Jawa

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS