SEMARANG, Harianmuria.com – PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang mencatat total 2.365.513 penumpang yang melakukan perjalanan udara dari dan menuju bandara di Ibu Kota Jawa Tengah itu sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebanyak 2.261.934 penumpang.
Jumlah Penerbangan Naik 11 Persen
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan total penumpang tersebut dilayani oleh 20.425 pergerakan penerbangan selama 2025.
“Pergerakan pesawat di Bandara Semarang naik sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2024,” ujar Sulistyo, Jumat, 2 Januari 2025.
Baca juga: Penerbangan Langsung Semarang–Singapura Dibuka, Dongkrak Investasi dan Pariwisata Jateng
Rute Jakarta Masih Mendominasi
Sulistyo mengungkapkan, rute penerbangan Semarang–Jakarta dan sebaliknya masih menjadi rute paling dominan sepanjang tahun 2025.
Tingginya mobilitas penumpang pada rute ini menunjukkan peran strategis Bandara Ahmad Yani sebagai penghubung utama Jawa Tengah dengan ibu kota.

Rute Internasional ke Malaysia dan Singapura
Selain rute domestik, Bandara Ahmad Yani Semarang juga mencatat penambahan sejumlah rute penerbangan baru, termasuk rute internasional menuju Malaysia dan Singapura.
“Ada beberapa rute penerbangan baru, baik domestik maupun internasional. Ini menunjukkan Semarang cukup potensial sebagai destinasi,” katanya.
Baca juga: Bandara Ahmad Yani Semarang Jajaki Penerbangan Internasional ke Tiongkok dan Arab Saudi
Dengan tren pertumbuhan tersebut, pihak pengelola bandara berharap pada 2026 makin banyak maskapai yang membuka rute penerbangan dari dan menuju Semarang.
Menutup tahun 2025, pesawat Batik Air rute Semarang–Jakarta tercatat sebagai penerbangan terakhir yang lepas landas dari Bandara Ahmad Yani.
Sementara itu, pesawat Lion Air rute Banjarmasin–Semarang menjadi penerbangan pertama yang mendarat di Bandara Semarang pada awal 2026.
Jurnalis: Antara/Lingkarnews Network
Editor: Basuki









