SEMARANG, Harianmuria.com – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menanggapi sorotan terkait puluhan hidran yang diduga tidak berfungsi optimal di sejumlah titik.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Hariyadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas sektor untuk membahas persoalan tersebut.
Koordinasi Lintas Sektor Dijadwalkan Selasa
Hariyadi mengatakan, rapat koordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan dinas terkait dijadwalkan berlangsung pada Selasa pagi, 6 Januari 2025.
“Rencananya besok Selasa sekitar jam 10.00 WIB kita akan melakukan koordinasi dengan para pihak terkait perihal hidran,” ujarnya.
Terkait informasi yang menyebutkan jumlah hidran bermasalah mencapai puluhan unit, Hariyadi menyebut pihaknya belum bisa memastikan angka pasti sebelum hasil rapat koordinasi keluar.
“Kemarin kan menyebut sampai puluhan, tapi untuk angka pastinya kita tunggu hasil rapat besok agar tidak simpang siur,” katanya.
PDAM Pastikan Suplai Air untuk Damkar Aman
Meski terdapat dugaan hidran tak berfungsi optimal, Hariyadi menegaskan bahwa PDAM selalu membantu suplai air untuk Damkar pada setiap kejadian kebakaran.
“Setiap ada kebakaran, kami mengirim mobil tangki ke lokasi kejadian. Selain itu, di beberapa pos PDAM juga sudah disediakan terminal air,” jelasnya.
Ia menyebut, titik pengambilan air PDAM tersebar di beberapa wilayah, seperti kawasan Kudu untuk wilayah timur dan Reservoir Manyaran untuk wilayah barat Kota Semarang. Damkar juga diperkenankan mengambil air meskipun tidak sedang terjadi kebakaran.

Penggunaan Air untuk Kebakaran Gratis
Hariyadi juga menepis anggapan bahwa pengambilan air oleh Damkar dikenakan biaya. Menurutnya, suplai air untuk penanganan kebakaran diberikan secara gratis.
“Tidak ada biaya untuk pengambilan air tersebut alias gratis. Penggunaan air untuk kebakaran ini menggunakan dana CSR,” tegasnya.
Ia menambahkan, PDAM berkomitmen terus memberikan pelayanan air yang andal dan terbaik bagi masyarakat Kota Semarang, termasuk dalam situasi darurat kebakaran.
Pengelolaan Hidran Tanggung Jawab Kolektif
Terkait pengelolaan hidran, Hariyadi menjelaskan bahwa tanggung jawabnya bersifat kolektif dan melibatkan beberapa instansi.
“Penanggung jawab hidran itu kolektif. Secara jaringan dan suplai air menjadi tanggung jawab PDAM, tetapi secara aset atau hibah bisa bersama Dinas PU atau Perkim,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









