SEMARANG, Harianmuria.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 172 barang bawaan penumpang tertinggal dan berhasil diamankan petugas selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Barang-barang tersebut ditemukan di berbagai area stasiun maupun di dalam rangkaian kereta api di wilayah kerja KAI Daop 4 Semarang.
Total Nilai Barang Capai Rp75 Juta
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebutkan bahwa barang-barang yang tertinggal terdiri dari berbagai jenis, mulai dari telepon seluler, komputer jinjing (laptop), uang tunai, hingga barang pribadi lainnya.
“Ratusan barang milik penumpang yang tertinggal itu ditaksir memiliki nilai sekitar Rp75 juta,” ujarnya di Semarang, Sabtu.
KAI Sediakan Layanan Lost and Found
Luqman menjelaskan, KAI telah menyediakan layanan kehilangan dan penemuan barang (lost and found) sebagai bagian dari komitmen pelayanan kepada pelanggan. Barang-barang yang ditemukan akan diamankan dan dapat diambil kembali oleh pemiliknya sesuai prosedur yang berlaku.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kehati-hatian terhadap barang bawaan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penumpang.
“Kami selalu mengimbau penumpang untuk memastikan kembali barang bawaannya saat akan turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun,” katanya.
Selain menjaga barang bawaan, penumpang juga diimbau untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak terburu-buru saat proses naik maupun turun dari kereta api, terutama pada masa libur panjang seperti Nataru.
“Manfaatkan layanan petugas jika membutuhkan bantuan selama perjalanan,” tambahnya.
Cara Mengambil Barang yang Tertinggal
Bagi penumpang yang merasa kehilangan atau tertinggal barang di area stasiun maupun di dalam kereta, KAI Daop 4 Semarang meminta agar segera menghubungi petugas KAI terdekat atau layanan pelanggan.
Penumpang yang hendak mengambil barang wajib membawa bukti pendukung guna memudahkan proses verifikasi dan pengambilan barang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









