PEKALONGAN, Harianmuria.com – Harga eceran sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Pekalongan pada awal tahun 2026 terpantau fluktuatif.
Beberapa komoditas mengalami penurunan harga cukup signifikan, sementara sebagian lainnya mengalami kenaikan tipis atau relatif stabil dibandingkan Minggu pertama Desember 2025.
Harga Bahan Pokok Masih Terkendali
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Supriono, melalui Kepala Bidang Perdagangan Fitria Yuliani Kartika, menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan hasil pemantauan rutin perkembangan harga di pasar tradisional.
“Secara umum, awal tahun 2026 harga bahan pokok di Kota Pekalongan masih cukup terkendali. Beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan Desember lalu,” ujar Fitria, Senin, 5 Januari 2026.
Beras dan Minyak Goreng Masih Stabil
Berdasarkan data yang dihimpun, harga beras medium masih stabil di angka Rp13.500 per kilogram (kg), sama seperti harga pada Desember 2025. Beras premium juga belum mengalami perubahan, tetap di harga Rp14.900 per kg.
Sementara itu, minyak goreng curah bertahan di angka Rp18.000 per liter. Untuk minyak goreng premium, terjadi kenaikan dari Rp20.500 per liter pada Desember 2025 menjadi Rp21.000 per liter di awal 2026.
Telur dan Daging Ayam Naik Tipis
Dua komoditas protein hewani mengalami kenaikan harga tipis. Telur ayam ras naik dari Rp28.500 menjadi Rp29.000 per kg. Daging ayam ras juga mengalami kenaikan dari Rp39.000 menjadi Rp40.000 per kg.
Sedangkan harga gula pasir masih stabil di angka Rp16.500 per kg. Daging sapi justru mengalami penurunan tipis dari Rp121.500 per kg menjadi Rp120.000 per kg.
Cabai dan Bawang Turun Tajam
Penurunan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah. Cabai rawit merah turun drastis dari Rp68.500 per kg pada Desember 2025 menjadi Rp50.000 per kg di awal 2026.
Cabai keriting juga mengalami penurunan dari Rp52.000 menjadi Rp40.000 per kg. Sementara itu, harga bawang merah turun dari Rp43.500 menjadi Rp36.000 per kg.
Pasokan Lancar Jadi Faktor Penurunan Harga
Fitria menjelaskan, turunnya harga cabai dan bawang merah dipengaruhi oleh mulai normalnya pasokan dari daerah sentra produksi serta kondisi cuaca yang lebih mendukung.
“Pasokan relatif lancar dan distribusi tidak mengalami kendala, sehingga harga bisa lebih terkendali,” jelasnya.
Dindagkop-UKM Kota Pekalongan memastikan akan terus berkoordinasi dengan distributor dan pelaku usaha guna mengantisipasi potensi lonjakan harga, khususnya menjelang momentum tertentu yang berpotensi meningkatkan permintaan masyarakat.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









