KUDUS, Harianmuria.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi Kudus bergerak cepat melakukan pemeriksaan internal menyusul viralnya video bermuatan asusila yang diduga melibatkan oknum pegawainya.
Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Abdul Hakam, menyampaikan bahwa tim pemeriksa telah memeriksa lima pegawai pada Senin, 5 Januari 2026, sejak pukul 08.00 hingga 12.30 WIB.
Total 10 Pegawai Dimintai Keterangan
Abdul Hakam menjelaskan, pemeriksaan tidak berhenti pada lima orang tersebut. Pihaknya masih akan melanjutkan pemeriksaan terhadap lima pegawai lainnya, termasuk penanggung jawab ruangan dan para saksi.
“Dengan berbagai pertimbangan serta masukan dari Bupati Kudus, kami langsung menindaklanjuti kasus ini. Video yang viral tersebut dipastikan memang berada di area RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus,” ujarnya saat konferensi pers.
“Yang sudah diperiksa lima orang, dan kemungkinan ada lima orang lagi. Hari ini fokus pemeriksaan pada penanggung jawab ruangan serta saksi-saksi,” sambungnya.
Video Viral Merupakan Rekaman Lama
Berdasarkan hasil penelusuran, video yang beredar diketahui merupakan rekaman lama yang terjadi pada tahun 2020, saat masa pandemi.
“Video tersebut sudah lama, kemungkinan disimpan dan baru dikeluarkan kembali oleh seseorang baru-baru ini,” jelas Abdul Hakam.
Baca juga: Viral Video Asusila Diduga Oknum Pegawai RSUD, Bupati Kudus Instruksikan Pemeriksaan Intensif
RSUD akan Koordinasi dengan Inspektorat
Setelah pemeriksaan internal rampung, RSUD Kudus akan menyusun berita acara pemeriksaan dan berkoordinasi dengan Inspektorat untuk mendapatkan rekomendasi terkait langkah lanjutan dan penentuan sanksi.
“RSUD adalah fasilitas publik. Beredarnya video ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan dan mencederai citra rumah sakit, terlebih Kudus dikenal sebagai Kota Santri. Karena itu kami bertindak cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan oknum pegawai yang diduga menyebarkan video tersebut ke publik.
“Kami juga akan melakukan pemeriksaan karena memang bisa saja ada oknum internal yang menyebarkan video itu,” katanya.
2 Pegawai Dibebastugaskan Sementara
Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Edi Susanto, menambahkan bahwa dua pegawai yang diduga terkait telah dibebastugaskan sementara.
Menurutnya, kebijakan ini dilakukan untuk mempermudah tim pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan tidak mengganggu pelayanan rumah sakit.
“Kita sudah melaksanakan pemeriksaan terhadap beberapa pegawai maupun oknum terduga. Untuk hasilnya nanti tunggu tim pemeriksa, termasuk terkait sanksi apa yang akan didapatkan nanti sesuai hasil dari tim pemeriksa,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









