KUDUS, Harianmuria.com – Program revitalisasi 141 satuan pendidikan di Kabupaten Kudus telah rampung 100 persen. Program yang menelan anggaran Rp94,41 miliar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai jenjang sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut usai meresmikan revitalisasi gedung SD Muhammadiyah 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Gebog, Jumat sore, 2 Januari 2025.
Menjangkau PAUD hingga SLB di Kudus
Program revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah dan pendidikan khusus.
“Rincian sekolah yang direvitalisasi di Kabupaten Kudus meliputi 9 PAUD, 71 SD, 50 SMP, enam SMA, empat SMK, dan satu SLB,” kata Abdul Mu’ti.
Revitalisasi Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Mendikdasmen menegaskan, revitalisasi sekolah menjadi langkah strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.
“Kami berharap dengan revitalisasi ini, sekolah memiliki sarana dan prasarana pembelajaran yang lebih baik untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kegiatan lainnya,” ujarnya.
Program Nasional Capai Rp16,9 Triliun
Secara nasional, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah menargetkan revitalisasi 16.175 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp16,9 triliun.
Hingga akhir Desember 2025, realisasi program revitalisasi sekolah secara nasional telah mencapai sekitar 95 persen. Adapun sisa pekerjaan yang belum selesai umumnya terkendala faktor teknis dan kondisi lapangan.
Kendala Teknis dan Geografis Jadi Tantangan
Beberapa kendala yang memengaruhi penyelesaian revitalisasi di sejumlah daerah antara lain keterlambatan kontrak pekerjaan, kondisi cuaca, hingga sulitnya distribusi material bangunan, terutama di wilayah terpencil.
Abdul Mu’ti mencontohkan wilayah Papua yang memiliki jarak sekolah hingga ratusan kilometer dari bandara. Selain itu, sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat juga menghadapi tantangan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor.
Meski demikian, ia optimistis seluruh program revitalisasi akan selesai sesuai target.
“Insyaallah pada waktunya semua akan selesai. Kami terus memantau agar pelaksanaan dana revitalisasi tahun 2025 dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Pekan ini, Mendikdasmen dijadwalkan melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk meninjau semua sekolah yang telah selesai direvitalisasi 100 persen.
Program revitalisasi sekolah, lanjut Abdul Mu’ti, merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pendidikan yang berkualitas sebagai fondasi dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









