KENDAL, Harianmuria.com – Warga Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, kini tidak lagi harus berjuang menyeberangi sungai untuk menuju lahan pertanian mereka.
Jembatan penghubung lahan pertanian yang telah lama dinantikan warga kini selesai dibangun dan diresmikan oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, pada Senin, 5 Januari 2026.
Jembatan Jadi Solusi Akses dan Mitigasi
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tidak hanya berfungsi sebagai akses penghubung menuju lahan pertanian, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana.
“Jembatan ini menjadi upaya mencegah musibah terseret arus sungai yang sebelumnya sering dialami warga karena harus menyeberang secara langsung,” ujar Bupati Tika.
Bupati juga berpesan agar masyarakat menjaga dan merawat jembatan tersebut sebagai aset bersama, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Jembatan ini merupakan aset bersama. Mari kita rawat dan jaga dengan sebaik-baiknya, serta tidak menjadikannya sebagai sarana membuang sampah ke sungai,” pesannya.
Hubungkan 100 Hektare Lahan Pertanian
Ia berharap jembatan yang menghubungkan sekitar 100 hektare lahan pertanian di Desa Cening ini dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberi dampak nyata bagi peningkatan keamanan dan kesejahteraan warga.
“Semoga jembatan ini membawa kemanfaatan dan meningkatkan keamanan transportasi masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tika juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Kendal Berdikari dan Lebih Sejahtera.
“Mari kita jaga komunikasi dan kerja sama yang baik dalam melayani masyarakat, serta memelihara situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Kendal,” imbuhnya.

Warga Tak Lagi Melawan Arus Sungai
Kepala Desa Cening, Budi Raharjo, mengaku bersyukur jembatan yang telah lama dinantikan warganya akhirnya terealisasi. Ia menyebut, sebelum jembatan dibangun, warga terpaksa melawan arus sungai untuk mencapai lahan pertanian.
“Ini jembatan yang ditunggu-tunggu masyarakat selama bertahun-tahun. Hampir setiap tahun ada warga yang terseret arus saat pulang dari ladang. Jembatan ini adalah langkah nyata mitigasi kebencanaan,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Budi Raharjo juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Kendal juga dapat memberikan bantuan pembangunan saluran irigasi untuk mengaliri lahan pertanian di wilayah tersebut.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









