JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengusulkan pembangunan sekolah terintegrasi di Kecamatan Karimunjawa, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi siswa di wilayah kepulauan.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat peresmian revitalisasi gedung SMP Negeri 1 Tahunan, Sabtu, 3 Januari 2025.
Perluas Akses Pendidikan di Wilayah Kepulauan
Menurut Mas Wiwit, sekolah terintegrasi yang diusulkan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Keberadaan fasilitas pendidikan tersebut dinilai sangat penting agar siswa di Kepulauan Karimunjawa tidak perlu melanjutkan sekolah ke Jepara daratan.
Selama ini, mobilitas antarpulau menjadi tantangan utama karena menimbulkan beban biaya yang cukup tinggi bagi keluarga siswa.
“Harapannya, di Karimunjawa bisa dibangun sekolah terintegrasi dari SD, SMP sampai SMA, sehingga anak-anak kita tidak harus bersekolah di Jepara dengan cost yang lebih tinggi,” ujar Mas Wiwit.
Mendikdasmen Minta Disiapkan Master Plan
Menanggapi usulan tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan pemerintah pusat membuka ruang pembahasan lebih lanjut. Ia meminta Pemkab Jepara menyiapkan rancangan induk (master plan) sebagai dasar kajian teknis dan kebijakan.
“Untuk Karimunjawa, silakan disiapkan master plan-nya,” kata Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, usulan pembangunan sekolah terintegrasi akan dikaji bersama kementerian terkait serta DPR, terutama dalam konteks pengembangan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemkab Jepara Siap Percepat Perencanaan
Menindaklanjuti arahan tersebut, Bupati Jepara menyatakan komitmennya untuk segera melakukan pendalaman dan mempercepat penyusunan perencanaan pembangunan sekolah terintegrasi di Karimunjawa.
“Kami akan segerakan pendalaman dan penyusunan site plan,” tegasnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









