JEPARA, Harianmuria.com – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara, dr. Eko Cahyo Puspeno meminta masyarakat mewaspadai gejala dini penyakit Hepatitis Akut yang baru-baru ini membuat geger masyarakat Indonesia.
“Gejalanya mulai dari mual, muntah, diare, sakit perut atau gangguan di saluran pencernaan yang disertai dengan demam tinggi adalah gejala awal penyakit hepatitis. Kalau sampai masuk ke gejala lanjut sampai terjadi mata dan badan menguning, bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran hingga kejang inilah yang dapat dikategorikan hepatitis akut seperti yang terjadi beberapa waktu kemarin di Inggris yang kemudian menyebar ke 12 negara lain termasuk di Indonesia,” ungkapnya.
Ia mengatakan, penyakit Hepatitis Akut bukan disebabkan oleh virus hepatitis A, B, C dan seterusnya yang sudah diketahui di dunia medis.
Pesta Lomban Tahun Ini Di Jepara Diikuti Ratusan Kapal
“Oleh sebab itu, tim medis saat ini sedang meneliti penyebab hepatitis akut yang baru-baru ini terjadi di beberapa negara,” sambungnya.
Ia pun mengimbau, masyarakat Jepara tidak panik dalam menyikapi penyakit Hepatitis Akut. Hal yang pertama adalah waspada, yaitu kenali gejala dini Hepatitis Akut. Apabila terjadi gangguan saluran pencernaan, diantaranya mual, sakit perut, diare, dan demam ringan untuk segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan yang kompeten supaya dapat dipastikan apakah ada kemungkinan atau tidak gejala-gejala Hepatitis Akut.
“Gangguan saluran pencernaan penyebabnya tidak hanya Hepatitis, bisa juga Tipes, Hepatitis non akut yang disebabkan bakteri ecoli diare atau maag biasa. Artinya jangan menunggu gejala-gejala tersebut melanjut hingga timbul kuning, kejang, dan gangguan kesadaran, sehingga akan lebih baik diperiksakan apakah termasuk gejala hepatitis akut yang saat ini terjadi atau bukan,” ujarnya.
Libur Lebaran, Pantai Bandengan Jepara Diserbu Ribuan Wisatawan
Kedua, masyarakat diimbau untuk melakukan upaya-upaya pencegahan. “Pastikan makanan yang dikonsumsi higienis dan dimasak matang, serta mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, waspada menggunakan alat saji yang berganti-ganti, terutama kalau ada orang sakit tempat makannya digunakan anggota keluarga lain, juga terkait saluran pernafasan. Tetap gunakan masker saat berinteraksi dengan anggota keluarga yang sedang sakit,” jelasnya.
Pihaknya pun saat ini sudah menerima Surat Edaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) serta dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) dan Sekretaris Daerah untuk melakukan persiapan dini. Persiapan tersebut melalui peningkatan kompetensi tenaga medis. Selain itu, pihaknya diminta untuk berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang ada, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit untuk meningkatkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).
“Kemudian melengkapi sarana dan prasarana yang ada untuk rumah sakit terkait laboratorium untuk memastikan apakah pasien terindikasi Hepatitis Akut atau tidak, dan penyebab-penyebab lainnya,” terangnya.
Lebih lanjut, pihaknya pun meminta fasilitas kesehatan segera menyiapkan sarana prasarana rawat inap bagi pasien Hepatitis Akut. Selanjutnya, memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat melalui media cetak, online, dan poster edaran di media sosial agar segera digencarkan. (Lingkar Network | Muslichul Basid – Harianmuria.com)









