BLORA, Harianmuria.com – Puluhan wartawan mengalami penghadangan oleh warga Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, saat hendak meliput video viral kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono di desa setempat, Selasa sore, 6 Januari 2026.
Penghadangan tersebut terjadi ketika awak media berupaya memastikan kebenaran informasi terkait peristiwa kebakaran yang ramai beredar di media sosial.
Video Viral Tampilkan Asap Hitam Tebal
Salah satu video yang beredar luas berdurasi sekitar 24 detik, memperlihatkan kepulan asap hitam tebal membumbung dari tengah permukiman warga.
Dalam rekaman tersebut terdengar suara seseorang yang mengatakan, “Sumur rakyat Gandu meletus lagi.” Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu perhatian publik.
Baca juga: Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora Padam, Polisi Masih Periksa Saksi
Akses ke Lokasi Sumur Minyak Ditutup Warga
Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya lima unit mobil pemadam kebakaran terlihat keluar dari wilayah Desa Gandu. Namun, setibanya di lokasi, wartawan dilarang masuk ke area Dukuh Gendono, yang merupakan lokasi sumur minyak rakyat.
Tak hanya jurnalis, seluruh warga dari luar Desa Gandu juga dilarang untuk memasuki kawasan tersebut.
Baca juga: Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora Terjadi Lagi, Asap Hitam Pekat Hebohkan Warga

Wartawan Sayangkan Penghadangan Peliputan
Salah satu wartawan, Gunawan, menyayangkan tindakan penghadangan yang dilakukan warga terhadap awak media. Menurutnya, larangan peliputan justru dapat memicu informasi simpang siur di tengah masyarakat.
“Ini malah jadi simpang siur nanti beritanya. Kita sebagai wartawan dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugas jurnalistik, dan yang menghadang bisa dipidanakan,” ujarnya singkat.
Insiden Fatal di Gandu Agustus 2025
Sebagai informasi, Dukuh Gendono sebelumnya juga pernah mengalami insiden kebakaran sumur minyak pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025. Peristiwa tersebut dipicu oleh ledakan gas dan menelan lima korban jiwa, termasuk seorang balita.
Kejadian bermula saat warga mendengar suara ledakan dari belakang rumah salah satu penduduk. Minyak mentah yang mengalir di selokan terbakar, lalu api menyambar lokasi pengeboran minyak ilegal di kawasan tersebut.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









