BLORA, Harianmuria.com – Guru madrasah di Kabupaten Blora yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama Tahun 2025 dijadwalkan mulai menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) pada tahun anggaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penma) Kemenag Blora, Ahmad Imam Saifudin Zuhri, Kamis, 1 Januari 2025.
“Yang sudah lulus PPG tahun 2025, penganggarannya baru masuk di tahun 2026,” ujarnya.
Pencairan TPG Dirapel
Imam menjelaskan, pencairan TPG bagi guru madrasah lulusan PPG tahun 2025 akan dilakukan secara rapel dalam satu kali pembayaran, setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi.
“Biasanya pencairan dilakukan pada bulan ketiga atau keempat. Semoga semua proses berjalan lancar,” katanya.
TPG Berlaku Sejak Januari 2026
Salah satu peserta PPG Kemenag batch 2 tahun 2025, Ari, menyampaikan bahwa hasil PPG yang diikutinya telah memunculkan Nomor Registrasi Guru (NRG). Sebelumnya, ia telah menerima Sertifikat Pendidik (Serdik) pascalulus.
“Informasi yang saya dapat, TPG sudah terhitung sejak Januari 2026,” ungkapnya.
Syarat Pencairan TPG
Ari menambahkan, ia telah memahami bahwa pencairan TPG akan dilakukan pada Maret atau April 2026 dengan sistem rapel. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
“Mulai dari kewajiban 24 jam tatap muka, mata pelajaran yang linier dengan PPG, sampai absensi yang tidak boleh lebih dari tiga kali,” jelasnya.
Baca juga: 1.054 Guru Madrasah dan RA di Blora Belum Tersertifikasi, Kemenag Ungkap Kendalanya
PPG Jadi Gerbang Menuju TPG
Sepanjang tahun 2025, Kemenag menyelenggarakan PPG sebanyak empat batch. Program ini menjadi pintu masuk utama bagi guru madrasah untuk memperoleh sertifikasi pendidik sekaligus hak TPG dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data Kemenag Blora per awal November 2025 atau saat pembukaan PPG batch 4, tercatat masih ada 1.054 guru madrasah yang belum tersertifikasi dari total 2.053 guru.
Jumlah tersebut tersebar di 233 madrasah, dengan rincian 192 tenaga pendidik Raudlatul Athfal (RA), 395 tenaga pendidik Madrasah Ibtidaiyah (MI), 375 tenaga pendidik Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 91 tenaga pendidik Madrasah Aliyah (MA).
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









