BLORA, Harianmuria.com – Fenomena tanah ambles akibat gerusan aliran Sungai Lusi tidak hanya terjadi di Kecamatan Banjarejo, tetapi juga melanda Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora.
Peristiwa ini mengancam dua rumah warga Dukuh Ngetrep yang berada di sekitar titik kejadian serta mengganggu akses jalan desa.
Ambles 1 Meter, Panjang Sekitar 30 Meter
Sejumlah instansi terkait, termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, melakukan peninjauan lokasi di Desa Tutup setelah sebelumnya meninjau Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo. Peninjauan dilakukan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
Hasil sementara menunjukkan tanah ambles di lokasi tersebut mencapai kedalaman sekitar satu meter dengan panjang kurang lebih 30 meter.
Baca juga: Tanah Ambles di Blora Dipicu Curah Hujan Tinggi, ESDM Pastikan Bukan Akibat Lempeng Bumi
Pergerakan Tanah Dipicu Sistem Irigasi
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Blora, Mulyowati, menjelaskan bahwa tanah ambles di Desa Tutup berasal dari pergerakan tanah ke arah Sungai Lusi, yang diakibatkan sistem irigasi yang kurang baik di lokasi.
“Langkah awal akan dilakukan pembersihan bambu di bantaran jurang untuk pemasangan talut penopang tanah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor,” ujar Mulyowati saat meninjau lokasi, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menambahkan, tim BBWS Pemali Juana telah menyiapkan skema penanganan awal, termasuk pemasangan terpal di badan jalan untuk mengarahkan aliran air saat hujan.
Baca juga: DPUPR Blora Soroti Air Limbah Rumah Tangga Jadi Pemicu Tanah Ambles di Buluroto

Kendaraan Roda Empat Dibatasi Melintas
Untuk mencegah kondisi semakin parah, BPBD Blora meminta pemerintah desa setempat menutup atau membatasi akses kendaraan roda empat yang melintas di lokasi tanah ambles.
“Beban kendaraan dikhawatirkan memperparah kondisi tanah yang sudah ambles,” jelas Mulyowati.
Sementara ini, akses jalan warga hanya dapat dilalui sepeda motor secara bergantian, dengan penanganan darurat berupa pemasangan terpal di badan jalan.
“Ini sudah menjadi prioritas penanganan. Jangan sampai kondisi tanah makin parah,” tegasnya.
Warga Diimbau Lakukan Mitigasi Bencana
Selain upaya teknis, BPBD Blora juga mengimbau warga untuk melakukan mitigasi bencana mandiri, seperti penghijauan dan perbaikan saluran air rumah tangga agar aliran air tidak langsung meresap ke tanah.
“Kondisi Sungai Lusi semakin besar. Kami terus berupaya melakukan penanganan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkas Mulyowati.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









