BLORA, Harianmuria.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Blora menggelar kegiatan Media Gathering sebagai upaya memperkuat sinergi dengan insan pers dalam menjalankan misi kemanusiaan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula PMI Blora, Selasa, 16 Desember 2025.
Ketua PMI Blora, Sutikno Slamet, menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap lembaga sosial.
“Kita mengajak teman-teman media untuk bersinergi menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Sutikno.
Transparansi Keuangan Jadi Komitmen PMI Blora
Dalam temu media tersebut, PMI Blora juga memaparkan laporan pengelolaan keuangan, baik yang bersumber dari Bulan Dana PMI maupun pendanaan lainnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat.
Menurut Sutikno, transparansi menjadi kewajiban moral agar masyarakat mengetahui bagaimana dana donasi dikelola dan dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.
“Setiap tahun PMI rutin mengadakan kegiatan relawan. Dari donasi itu tentu ada harapan masyarakat tahu bagaimana uang mereka dikelola oleh PMI Blora,” jelasnya.
Relawan PMI Tidak Digaji, Lakukan Ibadah Sosial
Sutikno menambahkan bahwa seluruh relawan PMI Blora tidak menerima gaji. Ia menyebut pengabdian para relawan sebagai bentuk ibadah sosial yang dilandasi keikhlasan dan amanah.
“Pengurus atau relawan tidak mendapatkan gaji. Yang menerima gaji hanya jajaran sekretariat. Insyaallah kami tetap amanah karena tujuannya sosial,” ungkapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa PMI Blora akan terus hadir membantu masyarakat serta mendukung tugas-tugas Pemerintah Kabupaten Blora, khususnya di bidang kemanusiaan dan kesehatan.
“Syukur-syukur bisa ikut mengangkat derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk keterbukaan kami dalam pengelolaan keuangan,” imbuhnya.

Wartawan Apresiasi Keterbukaan PMI Blora
Salah satu wartawan di Kabupaten Blora, Achmad Niam Jamil, mengapresiasi langkah PMI Blora yang secara terbuka memaparkan laporan keuangan di hadapan awak media.
Menurutnya, transparansi seperti ini masih jarang dilakukan oleh lembaga atau instansi yang mengelola dana publik.
“Ini langkah yang sangat baik. Tidak banyak instansi yang berani terbuka soal keuangan di depan media. Semoga bisa menjadi contoh bagi lembaga lain yang menerima dana dari negara maupun masyarakat,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









