BLORA, Harianmuria.com – Warga Dukuh Nglebur, Desa Nglebur, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, bergotong royong memperbaiki jalan desa sepanjang 60 meter secara swadaya.
Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan tersebut telah rusak selama belasan tahun tanpa adanya perbaikan signifikan.
Salah satu warga, Sait, mengatakan perbaikan jalan dilakukan secara mandiri dengan dana yang dikumpulkan dari masyarakat sekitar.
“Kita lakukan perbaikan mandiri atau swadaya. Total panjang jalan yang diperbaiki, termasuk aspal dan beton, sekitar 60 meter,” ujar Sait, Minggu, 4 Januari 2026.
Jalan Rusak Belasan Tahun Tanpa Perbaikan
Menurut Sait, total panjang jalan yang masih berupa makadam dan hanya dilapisi tanah grosok mencapai sekitar 150 meter. Namun, karena keterbatasan anggaran, warga baru mampu memperbaiki sebagian ruas jalan secara bertahap.
Saat ini, perataan jalan dilakukan dengan kombinasi aspal sepanjang 20 meter dan beton semen sepanjang 40 meter.
“Dulu pernah dipedel dan struktur jalannya sudah keras, jadi sekarang dilapisi beton. Ketebalannya standar, yang penting rata dan bisa dilewati,” jelasnya.
Dana Swadaya Capai Rp6,3 Juta
Perbaikan jalan tersebut sepenuhnya dibiayai dari dana swadaya warga. Hingga saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp6,3 juta.
“Anggaran swadaya terkumpul Rp3 juta. Untuk aspal tiga kubik habis Rp3,3 juta. Jadi total Rp6,3 juta untuk panjang jalan 60 meter,” terang Sait.
Proses perbaikan jalan melibatkan sekitar 20 warga, khususnya dari RT 03/RW 01 Desa Nglebur. Warga bergotong royong memperbaiki jalan yang selama ini menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
“Pemerintah desa tadi datang dan memberi Rp100 ribu. Itu uang pribadi atau uang desa saya tidak tahu,” katanya.
Warga Harap Ada Perhatian Pemerintah Desa
Sait menyebut warga sebelumnya telah melakukan diskusi dan musyawarah dengan pemerintah desa. Namun pemerintah desa belum dapat memberikan solusi yang jelas.
“Kerusakan jalan ini sudah lama, sekitar 10 tahun lebih. Paling tidak ada solusi atau bantuan. Karena belum ada, akhirnya kami kerjakan bersama-sama,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









