BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melakukan kunjungan kerja ke Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin sore, 5 Januari 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk koordinasi program Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta membahas usulan pengakuan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Bupati Blora Pimpin Kunjungan Kerja
Bupati Blora, Arief Rohman, memimpin langsung kunjungan bersama Wakil Bupati Sri Setyorini, Sekda, dan sejumlah OPD terkait. Rombongan disambut oleh Kepala Pusat Pemanfaatan Karbon Dioksida dan Gas Suar ITB, Prof. Sanggono Adisasmito, beserta sejumlah pejabat ITB.
Dalam sambutannya, Bupati Arief menyampaikan apresiasi kepada ITB atas kerja sama yang dinilai sebagai dukungan luar biasa bagi pembangunan Blora.
“Pembangunan Kabupaten Blora kami arahkan untuk kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan maju dan berkelanjutan, tetap berakar pada potensi lokal,” ujar Mas Arief, sapaan akrabnya.
CCUS: Transformasi Menuju Ekonomi Hijau
Bupati menegaskan bahwa pengembangan CCUS merupakan bagian dari transformasi menuju ekonomi hijau dan rendah karbon. Blora memandang CCUS sebagai peluang strategis untuk mengelola potensi daerah secara bertanggung jawab, bernilai tambah, dan berorientasi jangka panjang.
Sebagai daerah dengan potensi energi dan basis pertanian kuat, Blora memandang CCUS sebagai ruang kolaborasi antara teknologi, kebijakan, dan kepentingan masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kajian konseptual, tetapi berkembang menjadi riset terapan dan percontohan kebijakan daerah yang terintegrasi dengan perencanaan pembangunan,” tutur Mas Arief.
Rencana program Blora Biochar dan Carbon Farming Hub diyakini dapat menurunkan emisi karbon sekaligus memberi manfaat langsung bagi petani dan UMKM lokal melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Barongan: Warisan Budaya Takbenda Blora
Selain inovasi teknologi, pembangunan berkelanjutan di Blora juga memprioritaskan pelestarian budaya lokal. Salah satu kekayaan budaya khas Blora adalah kesenian Barongan, yang mengandung nilai sejarah, sosial, spiritual, dan kearifan lokal.
Bupati Blora menyatakan, pengusulan Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda entuk tanggung jawab pemerintah untuk menjaga nilai budaya di tengah modernisasi.
“Barongan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi representasi relasi manusia dengan alam, solidaritas sosial, dan nilai keberlanjutan masyarakat Blora,” ujar Mas Arief.

Dukungan dari ITB dan Tim Teknis Nasional
Prof. Sanggono Adisasmito menyambut baik kedatangan Pemkab Blora di ITB. Sementara itu, tokoh budaya Muksin menyatakan Barongan layak diajukan ke UNESCO dan mengajak kolaborasi untuk mengangkatnya ke kancah nasional dan internasional.
Hal senada diungkapkan Panca Waluyo, tim teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, yang siap mendukung Blora agar Barongan dikenal di dalam dan luar negeri.
“Saya pernah membantu Reog Ponorogo diakui internasional. Saya siap membantu Blora mengangkat Barongan agar lebih dikenal di tingkat intenasional,” ujarnya antusias.
Usai diskusi, rombongan Pemkab Blora keliling kampus ITB dan ke sejumlah lab praktik yang dimiliki kampus tersebut.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki









