BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, telah menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak tanah ambles.
Langkah ini diambil menyusul kondisi pergerakan tanah yang makin meluas dan menyebabkan kerusakan rumah warga kian parah.
Fenomena tanah ambles tersebut diduga dipicu gerusan aliran Sungai Lusi dan telah berlangsung sekitar lima bulan terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga.
Pemdes Dorong Relokasi demi Keselamatan
Kepala Desa Buluroto, Margono, menegaskan relokasi menjadi opsi paling aman, meski hingga kini warga terdampak belum bersedia dipindahkan.
“Kita inginnya direlokasi karena berbahaya. Yang penting pindah dulu. Namun warga terdampak belum berkenan. Lahannya sudah ada, milik desa,” ujar Margono, Jumat, 2 Januari 2026.
Baca juga: Tanah Ambles di Buluroto Blora Meluas, Rekahan Muncul di Rumah Warga dan Kandang Ternak
3 Rumah Terdampak Tanah Ambles
Margono mengakui hingga saat ini pihak desa belum mengirimkan laporan resmi kepada instansi terkait mengenai kejadian tanah ambles tersebut. Namun ia menyebut pihak berwenang sudah mengetahui kondisi di lapangan.
“Polsek dan Dinas Sosial sudah turun dan memberikan bantuan kepada tiga keluarga terdampak. Kalau memang dibutuhkan surat resmi, besok Senin (5 Januari 2025) saya kirimkan,” jelasnya.
Baca juga: Tanah Ambrol Ancam 3 Rumah Warga di Buluroto Blora, Kapolsek Usulkan Relokasi
Bronjong Sungai Lusi Masih Terbatas
Terkait kondisi sungai, Margono menjelaskan Sungai Lusi yang melintasi Desa Buluroto memiliki panjang sekitar empat kilometer. Namun upaya pengamanan berupa pemasangan bronjong oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana baru dilakukan di empat titik.
“Panjang bronjong di tiap titik berbeda-beda, antara 30 sampai 50 meter. Untuk sementara keluhan baru terjadi di sekitar titik-titik itu,” katanya.
Margono mengaku belum banyak mengetahui riwayat kejadian tanah ambles di wilayahnya, meski telah menjabat sebagai kepala desa selama dua periode.
“Laporan yang saya terima baru-baru ini. Kalau kejadian sebelumnya berapa kali, saya belum tahu,” ungkapnya.

BBWS dan DPUPR Blora akan Inspeksi
Sementara itu, BBWS Pemali Juana belum memberikan keterangan terkait fenomena tanah ambles tersebut. Namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora memastikan telah melakukan koordinasi.
DPUPR Blora menyebut inspeksi lapangan bersama BBWS Pemali Juana direncanakan akan dilakukan pekan depan untuk memastikan penyebab pergerakan tanah sekaligus menentukan langkah penanganan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









