BLORA, Harianmuria.com – Kebakaran sumur minyak yang terjadi di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, pada Selasa sore, 6 Januari 2026, kini dilaporkan sudah berhasil dipadamkan.
Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Kobaran Api Sempat Hebohkan Warga
Kebakaran sempat menghebohkan warga sekitar karena kobaran api besar disertai asap hitam pekat membubung tinggi ke udara. Peristiwa tersebut juga terekam video warga dan sempat viral di media sosial.
Kapolsek Bogorejo, AKP Beno, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia memastikan kondisi di lokasi saat ini sudah aman.
“Iya, kebakaran sumur minyak memang terjadi. Lokasinya di tengah sawah, namun saat ini api sudah padam,” ujar AKP Beno saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Baca juga: Kebakaran Sumur Minyak di Gandu Blora Terjadi Lagi, Asap Hitam Pekat Hebohkan Warga
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran sumur minyak tersebut belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
“Kami masih meminta keterangan saksi,” kata AKP Beno singkat.

Damkar Pastikan Api Sudah Terkendali
Sebelumnya, Satpol PP & Damkar Kabupaten Blora telah mengerahkan tim pemadam kebakaran ke lokasi untuk menangani insiden tersebut.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP & Damkar Kabupaten Blora, Hariyanto Purnomo, menyampaikan bahwa kebakaran telah berhasil dikendalikan.
“Info yang masuk, kebakaran sudah terkendali,” ujarnya.
Kebakaran Fatal di Gandu pada 2025
Diketahui, Dukuh Gendono pernah mengalami insiden kebakaran minyak serupa pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025. Kebakaran saat itu dipicu oleh ledakan gas dan menyebabkan lima orang warga meninggal dunia, termasuk satu balita.
Peristiwa tersebut bermula dari ledakan di belakang rumah warga. Minyak mentah yang mengalir di selokan kemudian terbakar dan api menyambar lokasi pengeboran minyak ilegal di kawasan tersebut.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki









