BLORA, Harianmuria.com – Kondisi jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Bekutuk dengan Desa Sambongwangan di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, kini rusak parah dan membahayakan warga.
Jalur ini cukup vital karena menjadi akses bagi anak sekolah maupun warga setempat untuk menuju ke sekolah dan pusat kota. Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora segera melakukan perbaikan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan sepanjang hampir 100 meter itu membahayakan. Konstruksi besinya tampak melengkung ke bawah dan rawan jebol. Sementara badan jalan dipenuhi lubang serta bebatuan yang berserakan.
Kondisi jalan makadam menuju Desa Sambongwangan juga rusak parah. Lubang-lubang besar yang penuh lumpur dan air menjadi jebakan bagi pengendara yang melintas saat musim hujan.
Kecelakaan Tunggal Sering Terjadi
Jarmi, warga setempat, menyampaikan bahwa kerusakan jalan dan jembatan sudah berlangsung lama dan sering memicu kecelakaan tunggal.
“Banyak orang jatuh di sini, Mas. Apalagi yang boncengin anak. Jalannya jelek sekali,” ujarnya, Jumat, 14 November 2025.
Ia menambahkan, kondisi makin parah saat hujan karena jalan berubah menjadi seperti kubangan. “Apalagi musim hujan begini, jalan mirip kolam lele,” katanya.
Minta Pemkab Tangani Kerusakan
Bintang, warga lain yang setiap hari melewati jalur tersebut, mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, kerusakan jalan dan jembatan membuat perjalanan anak-anak sekolah terganggu.
“Kami sebagai warga hanya bisa berharap pemerintah menangani kerusakan ini seperti jalan-jalan desa yang lain,” ungkapnya.
Ia berharap Pemkab Blora segera memberikan perhatian dan melakukan pemerataan pembangunan jalan desa. “Semoga suara kami ini didengarkan oleh Pak Bupati,” pungkas Bintang.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki










