BLORA, Harianmuria.com – Sebanyak 118 desa dan kelurahan di Kabupaten Blora masih menghadapi kendala ketersediaan lahan untuk pembangunan Kantor Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, lahan hutan negara milik Perhutani, Pertamina, serta aset Pemkab Blora menjadi opsi alternatif yang tengah disiapkan.
Progres Pembangunan KDKMP di Blora
Komandan Kodim (Dandim) 0721/Blora, Letkol Inf Agung Cahyono, menyampaikan bahwa proses pembentukan dan pembangunan KDKMP di Blora masih terus berjalan. Hingga saat ini, 177 desa dan kelurahan telah memulai pembangunan kantor KDKMP.
“Menjelang akhir 2025 ini kami terus mengupayakan agar seluruh pembangunan KDKMP di Blora selesai berproses pada Maret 2026,” ujar Letkol Inf Agung usai meninjau pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Jejeruk, Kecamatan/Kabupaten Blora, Senin, 29 Desember 2025.
Target 295 KDKMP, Launching Maret 2026
Ia menjelaskan, KDKMP akan diluncurkan secara serentak pada Maret 2026 bersama Kementerian Koperasi (Kemenkop). Setelah peluncuran, seluruh koperasi ditargetkan sudah mulai beroperasi.
“Target pembangunan KDKMP di Kabupaten Blora mencapai 295 kantor,” jelasnya.
Baca juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Blora Capai 113 Desa/Kelurahan
Kendala Lahan Desa Masih Dominan
Menurutnya, kendala utama di lapangan adalah tidak semua desa memiliki aset desa atau tanah bengkok yang strategis. Karena itu, lahan milik Perhutani, Pertamina, maupun aset Pemkab Blora menjadi alternatif bagi desa yang kesulitan lahan.
“Kami akan memfasilitasi desa-desa yang akan menggunakan lahan tersebut, termasuk dalam proses surat-menyurat dan komunikasi dengan pihak terkait,” terangnya.
Kriteria Lahan Kantor Koperasi Merah Putih
Letkol Inf Agung menambahkan, setiap KDKMP membutuhkan lahan sekitar 1.000 meter persegi dengan sejumlah kriteria, antara lain status kepemilikan lahan jelas dan legal, lokasi strategis secara ekonomi, dan tidak berada di kawasan rawan bencana
“Bangunan kantor sendiri berukuran sekitar 20 x 30 meter. Satgas lahan akan terus mendorong desa menyiapkan lahan sesuai kriteria tersebut,” terangnya.
Baca juga: 177 Desa dan Kelurahan di Blora Mulai Bangun Gerai Koperasi Merah Putih

Pembangunan KDMP Jejeruk Capai 55 Persen
Sementara itu, Kepala Desa Jejeruk, Sri Purnawati, mengungkapkan bahwa pembangunan KDMP di desanya telah mencapai 55 persen dan ditargetkan rampung pada Maret 2026.
“Nantinya KDMP Desa Jejeruk akan melayani penjualan pupuk dan gas elpiji, serta menampung produk industri lokal seperti jajanan desa,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan KDMP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan perekonomian desa.
KDMP Desa Jejeruk menargetkan seluruh warga desa menjadi anggota koperasi. Saat ini, jumlah penduduk Desa Jejeruk mencapai sekitar 1.200 jiwa.
“Kami akan mengajak seluruh masyarakat bergabung menjadi anggota KDMP, termasuk berkolaborasi dengan BUMDes,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki









