GROBOGAN, Harianmuria.com – Polres Grobogan masih mendalami kasus kericuhan yang melibatkan oknum anggota perguruan silat dengan warga di Desa Menduran, Kecamatan Brati.
Hingga Selasa, 14 Juli 2026, penyidik belum menetapkan tersangka dalam insiden yang juga mengakibatkan pembakaran satu unit sepeda motor tersebut.
Sebanyak 15 orang yang diamankan setelah peristiwa itu masih berstatus sebagai saksi. Mereka menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Grobogan guna mengungkap rangkaian kejadian sekaligus mendalami peran masing-masing pihak.
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung sehingga penyidik belum dapat menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
“Ada sekitar 15 orang yang diamankan. Sampai saat ini semuanya masih saksi,” ujar AKP Rizky.
Ia menjelaskan, penetapan tersangka baru akan dilakukan setelah penyidik menggelar perkara berdasarkan hasil pemeriksaan saksi serta alat bukti yang telah dikumpulkan.
“Menunggu gelar perkara,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini tim penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melengkapi barang bukti untuk memastikan kronologi maupun dugaan tindak pidana yang terjadi dalam kericuhan tersebut.
Di sisi lain, AKP Rizky menyebut situasi keamanan di Desa Menduran mulai berangsur kondusif. Kendati demikian, personel kepolisian masih disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi balasan maupun gesekan lanjutan.
Ia mengimbau masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan pengurus perguruan silat, agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.
“Kami meminta semua pihak mempercayakan penanganan kasus ini kepada penegak hukum. Jangan ada yang melakukan tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh suasana,” tegas AKP Rizky Ari Budianto.
Diketahui, kericuhan terjadi pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, ketika konvoi yang melibatkan oknum anggota perguruan silat melintas di Desa Menduran.
Peristiwa itu memicu bentrokan dengan warga hingga berujung pada pembakaran sebuah sepeda motor.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid











