GROBOGAN, Harianmuria.com – Banyak sekolah di Kabupaten Grobogan minim peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepala SDN 2 Purwodadi, Ratih Endarini Sudarmono, mengatakan hingga awal tahun ajaran sekolahnya hanya menerima 49 siswa baru dari kuota yang disediakan 56.
“Kita masih ada 49 siswa baru di kelas 1 pada tahun ajaran ini. Kita buka dua kelas, tetapi untuk tahun ini justru kurang murid sebanyak tujuh orang, karena kuotanya satu kelas 28 orang,” ujar Ratih, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Ratih, kondisi saat ini berbeda dengan tahun lalu yang seluruh kuota siswa baru terpenuhi. Ia menilai salah satu penyebab berkurangnya jumlah pendaftar adalah banyaknya orang tua yang memilih langsung mendaftarkan anak ke sekolah swasta setelah tidak diterima di sekolah pilihan pertama.
“Justru setelah mendaftar di pilihan pertama tidak diterima, maka mendaftar di SD swasta karena takut anak tidak mendapat sekolah. Itu menjadi salah satu faktornya,” jelasnya.
Meski kegiatan belajar mengajar telah dimulai, SDN 2 Purwodadi masih membuka pendaftaran peserta didik baru dengan harapan kuota yang tersedia dapat terpenuhi.
Tidak hanya di SDN 2 Purwodadi, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan mencatat 74 SD negeri dan swasta hanya menerima kurang dari 10 siswa baru tahun ini.
Dari jumlah tersebut, 18 sekolah bahkan hanya memperoleh kurang dari lima peserta didik baru. Empat sekolah di antaranya belum mendapatkan satu pun siswa baru, yakni SDN 4 Dimoro, SDN 3 Juworo, SDN 3 Prigi, dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, M Irfan, mengatakan rendahnya jumlah peserta didik baru dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penurunan jumlah anak usia sekolah hingga meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak ke sekolah swasta berbasis agama.
Selain itu, letak geografis, jarak antar sekolah yang berdekatan, hingga lokasi sekolah di wilayah terpencil juga menjadi penyebab minimnya jumlah pendaftar.
“Dua sekolah yakni SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo belum dapat murid karena proses re-grouping,” kata Irfan.
Selain itu SDN 3 Prigi dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah juga belum memiliki pendaftar hingga menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar.
Kemudian salah satu SD di Kecamatan Geyer juga baru menerima dua siswa. Enam sekolah di Kecamatan Godong, Wirosari, Ngaringan, Karangrayung, dan Kedungjati masing-masing baru memperoleh tiga siswa baru.
Sementara beberapa SD di Kecamatan Geyer, Brati, Karangrayung, dan Pulokulon baru menerima empat siswa. Sedangkan SD Satap Tumbuh Kembang Godong hingga kini baru mendapatkan lima peserta didik baru.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik yang terus menurun.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











