DEMAK, Harianmuria.com – Pedagang di Pasar Bintoro Kabupaten Demak mengaku minat pembeli usai hari raya Iduladha 2026 mengalami penurunan. Sedangkan harga komoditas terpantau relatif stabil meskipun ada sejumlah kenaikan.
Salah satu pedagang Pasar Bintoro, Maftukhin, menyebut daya beli masyarakat menurun. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu faktor ekonomi serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mempengaruhi pola belanja sebagian masyarakat.
Maftukhin menyebut harga kebutuhan pokok relatif stabil namun, harga bawang merah naik sejak dan setelah hari raya kurban.
“Sudah turun, cuman bawang merah yang masih naik. Sekarang Rp60 ribu dari sebelumnya Rp40 ribu sejak menjelang lebaran haji,” terangnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara itu, harga cabai merah di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Kemudian cabai setan sekitar Rp60 ribu per kg, turun dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.
Harga bawang putih berkisar Rp30 ribu per kg. Sementara harga telur ayam skitar Rp26 ribu per kg, turun dari Rp30 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga minyak goreng masih terbilang tinggi. MinyaKita saat ini masih berkisar di angka Rp 22 ribu per liter. Stok di pasar sudah melimpah dan mudah didapatkan.
Sementara itu, harga daging ayam potong juga masih relatif tinggi, yaitu berkisar Rp38 ribu per kg dari sebelumnya Rp40 ribu.
Ia menyebut harga komoditas pangan mulai turun setelah iduladha namun, minat pembeli disebut menurun.
“Masih sepi, salah satunya karena faktor ekonomi,” ungkapnya.
Pedagang daging ayam, Mustika, mengaku penurunan harga berlangsung perlahan. Namun, karena pembeli juga sepi pihaknya terpaksa mengurangi stok untuk mengantisipasi daging yang tidak terjual dan berisiko mengalami kerugian.
“Kondisi pembeli tidak seperti dulu, jadi stok dikurangi. Normalnya stok 50 kilogram sekarang 30 hingga 35 kilo,” ungkapnya.
Meski sejumlah harga kebutuhan pokok masih relatif stabil, pedagang berharap daya beli masyarakat segera membaik agar aktivitas perdagangan kembali ramai. Selain itu, ia berharap sejumlah harga yang mengalami kenaikan bisa kembali turun sehingga tidak semakin membebani pembeli.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Ulfa











