BLORA, Harianmuria.com – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog wilayah Kabupaten Blora mencapai sekitar 8.200 ton.
Kepala Gudang Perum Bulog Blora, Agus Sukowihono, mengungkapkan bahwa Bulog menyerap gabah kering panen (GKP) dari petani sekitar 7.938 ton atau setara sekitar 4.060 ton beras
Gabah petani dibeli sesuai ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP), yakni Rp6.500 per kilogram.
“Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan maupun menjaga stabilitas pasokan beras di daerah,” ujar Agus, Rabu, 8 April 2026.
Sementara itu, realisasi stok jagung dalam Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga Maret 2026 di Blora tercatat mencapai 1.450 ton. Adapun total penyaluran jagung sepanjang tahun 2025 mencapai 420 ton
Sepanjang tahun 2026, Bulog menargetkan penyerapan hasil panen petani dengan tetap mengacu pada standar kualitas, terutama terkait kadar air jagung.
“Untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram dan sudah termasuk pajak penghasilan (PPh). Sedangkan jagung dengan kadar air 18 hingga 20 persen dihargai sekitar Rp5.500 per kilogram di tempat pengolahan,” jelasnya.
Agus menambahkan, kebijakan harga tersebut bertujuan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga kualitas komoditas yang diserap agar memenuhi standar pengolahan.
Selain itu, Bulog terus berkoordinasi dengan petani, kelompok tani, serta mitra penggilingan untuk memastikan proses penyerapan berjalan optimal, terutama saat masa panen raya.
“Dengan penyerapan yang maksimal, kami berharap hasil panen petani dapat terserap dengan baik sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah di wilayah Blora,” ujarnya
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











