Kamis, Januari 8, 2026
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kerjasama & Iklan
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi
No Result
View All Result
Harianmuria.com
No Result
View All Result

Beranda - Artikel - Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

Suluk Maleman Edisi 165: Rakyat bukan Musuh

Basuki by Basuki
22 September 2025 16:57
in Artikel, Kajian Agama
0 0
Dalam Suluk Maleman edisi 165, Anis Ba'asyin ingatkan penguasa bahwa rakyat bukan musuh, melainkan raksasa tidur yang bisa meledak jika ketidakadilan terus terjadi.

Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman bertajuk ‘…Dan Udara Pun Beracun…’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati, Sabtu, 20 September 2025. (Lingkar Network/Harianmuria.com)

Share on FacebookShare on WatsApp

PATI, Harianmuria.com – Isu politik yang terjadi di tanah air maupun di tataran internasional menjadi pokok bahasan ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi 165 yang bertajuk “…Dan Udara Pun Beracun…” pada Sabtu, 20 September 2025. Dalam situasi yang serba tidak jelas seperti sekarang ini, semua pihak diharap dapat memeriksa kembali posisinya.

Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin, menyebut pergerakan yang terjadi baru-baru ini terlihat adanya aksi organik atau yang murni terjadi karena keresahan masyarakat. Bukan by design atau diatur oleh kelompok tertentu.

Aksi Rakyat Adalah Sinyal, Bukan Kebisingan

Menurut Anis, aksi yang dilakukan rakyat adalah isyarat bahwa tak ada lagi saluran yang dapat dipakai untuk menyuarakan persoalan mereka. “Jadi jangan menganggap aksi tersebut sekadar sebagai noise, sekadar kebisingan, tapi kode adanya persoalan serius di tengah rakyat,” katanya.

“Jadi jangan malah noise-nya yang dipersoalkan dan kemudian dibungkam, tapi dicari akar persoalannya. Bila apa yang dianggap noise terus-menerus dibungkam, justru akan menumpuk dan sewaktu-waktu menjadi ledakan besar,” sambungnya.

Anis berpesan agar penguasa jangan seolah-olah selalu bisa dan harus menguasai rakyat, apalagi membungkamnya. Dia mengingatkan bahwa kondisi rakyat itu seperti raksasa tidur.

“Jangan buat marah, karena kalau sudah marah tentu tidak ada yang bisa mengatasinya. Kita beruntung tidak sampai seperti Nepal,” katanya.

Rakyat bukan Musuh, Mereka Ingin Didengar

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bisa membuat kebijakan yang tidak membuat rakyat marah. Dia juga berharap pemerintah tidak mengatakan jika rakyat memusuhi negara atau pejabat.

“Mereka sebenarnya hanya ingin didengar, mengungkapkan pada pemerintah untuk melakukan tugas sebagaimana mestinya. Maka jangan jadikan rakyat sebagai ancaman. Rakyat jadi ancaman kalau pemimpinnya tidak bertindak sebagaimana mestinya,” ujar dia.

Ketidakadilan Jadi Pemicu Aksi Massa

Aksi itu, lanjut Anis, lazim terjadi ketika ketidakadilan terlihat sangat mencolok. Apalagi di era media sosial seperti sekarang. Terlebih saat masyarakat sulit mencari kerja, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun berbagai ketimpangan lainnya.

“Ketika mereka lapar tentu akan sensitif saat melihat orang lain begitu mudah melakukan praktik korupsi. Dalam satu teori, ketidakadilan merupakan kekerasan yang paling pertama dan akan melahirkan kekerasan-kekerasan berikutnya,” sesalnya.

Anis juga menyoroti perilaku politisi yang dalam proses pemilihan seolah-olah melakukan praktik ‘beli-putus’ suara rakyat. Karena merasa sudah membeli, tak mengherankan bila setelah terpilih seolah tak ada lagi ikatan dengan rakyat.

“Uang menjadi utama. Maka penguasaan ekonomi juga menjadi utama, karena adanya uang dianggap dapat menyelesaikan semua masalah,” imbuhnya, dalam Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Pati.

Anis juga menyoroti persoalan perampasan buku lantaran diduga menjadi penyebab aksi massa beberapa waktu terakhir ini.

“Bisakah buku melahirkan pergerakan jika keadilan benar-benar terwujud? Maka sebenarnya sumbernya bukanlah buku melainkan ketidakadilan sendiri. Jadi jangan hanya menyalahkan rakyat,” tandasnya.

Waspada Narasi Sesat di Era AI

Anis juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi narasi palsu di era digital dan kecerdasan buatan (AI). Ia mencontohkan maraknya deep fake yang menyerang tokoh publik untuk memancing kemarahan rakyat.

“Di era AI sekarang ini, rawan berkembang narasi menyesatkan jika tak dipilah dengan baik. Jika tidak hati-hati, tentu kita akan termakan oleh pancingan semacam ini,” ungkapnya.

Karena itu, Anis mengajak seluruh masyarakat untuk dapat menjaga kedaulatan pikirannya, lebih-lebih dalam bermedia sosial. “Bermedsos boleh saja untuk konsumsi hiburan, tapi dengan porsi yang tepat dan penggunaan yang bijak,” imbuh dia.

Ruang kontemplasi itu makin hangat saat kelompok musik Sampak GusUran mengisi ngaji budaya tersebut. Tampak ribuan orang terlarut dalam diskusi yang digelar secara luring maupun lewat berbagai kanal media sosial Suluk Maleman.

Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: aksi rakyatAnis Sholeh BaasyinBerita Patideep fakeketidakadilanPati Hari Inipolitik Indonesiarakyat bukan musuhSuluk Maleman

Related Posts

Pelajari cara efektif menyusun peta proses bisnis untuk meningkatkan efisiensi, kejelasan peran, dan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Artikel

Cara Efektif Menyusun Peta Proses Bisnis

22 Desember 2025
Peta proses bisnis menjadi kunci efisiensi tata kelola organisasi dan instansi.
Artikel

Mengenal Peta Proses Bisnis: Kunci Efisiensi Tata Kelola Organisasi dan Instansi

22 Desember 2025
Refleksi mendalam Anis Sholeh Ba’asyin dalam Suluk Maleman edisi 168 tentang runtuhnya empat saka guru bangsa dan tantangan peradaban Indonesia hari ini.
Kajian Agama

Suluk Maleman Edisi 168: Merekonstruksi Empat Saka Guru Bangsa

22 Desember 2025
Pada Hari HAM Sedunia 10 Desember, nasib 400 warga Indonesia masih menggantung karena status tersangka yang tak kunjung disidangkan.
Artikel

Hari HAM Sedunia, 400 Orang Nasibnya Digantung

10 Desember 2025
Load More
Next Post
AhliPers Dewan Pers Jayanto Arus Adi menyoroti pandangan keliru para pejabat publik yang menganggap wartawan sebagai biang kegaduhan.

Dewan Pers Prihatin: Masih Ada Pejabat Anggap Wartawan Biang Kegaduhan

Berita Utama

BPBD Jepara sigap menangani berbagai bencana Desember 2025, mulai pohon tumbang, rumah rusak, hingga evakuasi warga dan hewan berbahaya.
Jepara

BPBD Jepara Gerak Cepat Tangani Serangkaian Kejadian Bencana Selama Desember 2025

15 Desember 2025
BPBD Jepara menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Tunahan, Kecamatan Keling, yang terdampak angin kencang.
Jepara

BPBD Jepara Salurkan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak Angin Kencang di Tunahan

10 Desember 2025
BPBD Jepara menerima bantuan truk tangki 4.000 liter dari pemerintah pusat untuk memperkuat armada penanggulangan bencana, khususnya distribusi air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Jepara

BPBD Jepara Terima Truk Tangki 4.000 Liter, Perkuat Armada Penanggulangan Bencana

10 Desember 2025
BPBD Jepara mengirim satu personel untuk membantu penanganan banjir di Sumatra Barat sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap percepatan pemulihan pascabencana.
Jepara

BPBD Jepara Tugaskan Satu Personel Bantu Penanganan Banjir di Sumatra Barat

9 Desember 2025
Harianmuria.com

Adalah media online yang menayangkan berita terbaru di Jawa Tengah. Berita yang kami sajikan padat, terpercaya, dan mencakup informasi terkini di wilayah Karesidenan Pati.

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Alamat Kantor
  • Hubungi Kami

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jawa Barat
    • DIY
    • Jawa Timur
  • Seputar Jateng
    • Pati
    • Kudus
    • Jepara
    • Rembang
    • Demak
    • Semarang
    • Blora
    • Grobogan
    • Kendal
  • Artikel
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Tips
    • Travelling
    • Silabus & RPP
    • Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Pendidikan
  • HMTV
  • Tim Redaksi

© 2024 Harianmuria.com - PT. MEDIATAMA ANUGRAH PERS