JEPARA, Harianmuria.com – Program revitalisasi 103 satuan pendidikan di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 tuntas 100 persen dengan total anggaran mencapai Rp67,9 miliar. Program ini menyasar sekolah negeri dan swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Salah satu sekolah yang direvitalisasi adalah SMP Negeri 1 Tahunan, yang diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, Sabtu, 3 Januari 2025.
Program Prioritas Presiden Prabowo
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah demi menciptakan lingkungan belajar yang layak.
“Revitalisasi sekolah bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan nasional,” ujarnya.
Secara nasional, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran Rp16,9 triliun untuk revitalisasi 16.175 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
“Hingga akhir Desember, mayoritas program telah selesai. Sisanya terkendala faktor cuaca dan kondisi darurat tertentu. Untuk Jepara, seluruh revitalisasi satuan pendidikan telah rampung,” jelas Abdul Mu’ti.
“Tahun 2026 kita rencanakan ada 71 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi,” imbuhnya
Revitalisasi untuk Investasi SDM Jepara
Bupati Jepara Witiarso Utomo (Mas Wiwit) menyampaikan bahwa seluruh alokasi revitalisasi sekolah di Kabupaten Jepara pada tahun 2025 telah dilaksanakan dan diselesaikan sesuai target.
Dari total anggaran Rp67,9 miliar, sekitar Rp27,8 miliar dialokasikan untuk jenjang SMP, termasuk revitalisasi SMP Negeri 1 Tahunan.
“Revitalisasi ini adalah investasi jangka panjang negara untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Semoga program ini terus berlanjut dan manfaatnya makin dirasakan masyarakat Jepara,” kata Mas Wiwit.
SMPN 1 Tahunan Terima Rp720 Juta
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Tahunan, Adi Sasono, mengungkapkan sekolahnya menerima dana revitalisasi sebesar Rp720 juta.
Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi empat ruang kelas dan berhasil diselesaikan tepat waktu. Berkat pengelolaan yang efisien, perbaikan bahkan dapat menjangkau hingga lima ruang kelas.
“Pekerjaan bisa kami tuntaskan dengan baik. Sisa material kami manfaatkan untuk membangun teras masjid sekolah, ditambah infaq dari para guru,” katanya.
Meski revitalisasi berjalan sukses, Adi berharap adanya bantuan lanjutan. Saat ini SMP Negeri 1 Tahunan memiliki 29 ruang kelas, namun fasilitas pendukung masih terbatas.
“Sekolah baru memiliki dua ruang TIK dan belum memiliki ruang multimedia. Bantuan TV interaktif dari kementerian harus berbagi ruang dengan TIK. Selain itu, keterbatasan laboratorium IPA juga menjadi kendala dalam pengaturan jadwal pembelajaran,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki









