HONG KONG, Harianmuria.com – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban kebakaran apartemen di Tai Po, Hong Kong.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan KP2MI, M. Fachri, pada 28–29 Desember 2025.
Kebakaran yang terjadi pada 26 November 2025 tersebut meninggalkan duka mendalam, tidak hanya akibat kerugian materi, tetapi juga trauma dan rasa kehilangan yang dialami para PMI terdampak.
Negara Hadir untuk PMI di Luar Negeri
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara bagi warganya yang berada di luar negeri, khususnya dalam situasi darurat. Kegiatan tersebut terlaksana berkat sinergi antara KP2MI, KJRI Hong Kong, Bank BNI Hong Kong, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi lintas institusi ini memastikan bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan bermartabat kepada para korban kebakaran.
Peran KJRI Hong Kong dalam Fasilitasi Bantuan
Acting Konsul Jenderal RI Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, berperan penting dalam memfasilitasi seluruh proses penyaluran bantuan. Mulai dari koordinasi dengan otoritas setempat, penerbitan dokumen pendukung, hingga penyampaian surat resmi kepada para pemberi kerja (employer).
Langkah tersebut dilakukan agar para PMI memperoleh izin meninggalkan tempat kerja sementara waktu untuk menerima bantuan, mengingat sebagian besar PMI terikat aturan ketat dari pemberi kerja masing-masing.
Bantuan adalah Tanggung Jawab Negara
Dalam keterangannya, M. Fachri menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar bentuk empati, melainkan manifestasi tanggung jawab negara terhadap PMI.
“Bantuan ini adalah pesan kehadiran negara. Di saat saudara-saudara kita berada dalam kondisi paling sulit, negara tidak boleh absen,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam serta duka mendalam dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, kepada seluruh PMI terdampak, disertai harapan agar mereka tetap sehat dan kuat menjalani masa pemulihan.
Baca juga: KP2MI Fasilitasi Pemulangan 9 Jenazah PMI Korban Kebakaran di Hong Kong
9 PMI Meninggal, Negara Beri Penghormatan Terakhir
Di balik penyaluran bantuan bagi korban selamat, tragedi kebakaran apartemen Tai Po juga menyisakan duka mendalam. Sebanyak sembilan PMI dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
KP2MI sebelumnya telah menyerahkan bantuan kepada seluruh ahli waris korban pada 12–16 Desember 2025, serta memfasilitasi pemulangan sembilan jenazah dari Hong Kong ke Indonesia. Proses pemakaman dan pendampingan keluarga dilakukan pada 21–25 Desember 2025.
“Ini adalah bentuk penghormatan terakhir negara kepada Pekerja Migran Indonesia. Mereka pulang sebagai putra-putri bangsa yang dihormati,” ungkap Fachri.

Kesaksian PMI: “Kami Tidak Merasa Sendirian”
Suasana haru menyelimuti proses penyaluran bantuan. Jarwati, salah satu PMI korban terdampak kebakaran, tak kuasa menahan air mata saat menerima bantuan dari negara.
“Dalam kondisi terlemah kami, negara hadir,” ucapnya dengan suara bergetar. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Menteri Luar Negeri, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Menurut Jarwati, kehadiran negara bukan semata bantuan materi, tetapi juga memberikan rasa aman dan pengakuan.
“Kami tidak merasa sendirian. Kami tetap merasa sebagai anak bangsa yang dijaga meski jauh dari tanah air,” tuturnya.
Sumber: KP2MI
Editor: Basuki









