PEKALONGAN, Harianmuria.com – Di tengah situasi darurat sampah yang masih dihadapi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mencari cara efektif untuk menggerakkan kesadaran masyarakat. Salah satunya melalui Radio Kota Batik, media lokal yang kini menjadi ujung tombak kampanye pengelolaan sampah.
Lewat gelombang udaranya, ajakan untuk memilah dan mengurangi sampah dari rumah menggema ke seluruh penjuru Kota Pekalongan. Kolaborasi antara pemerintah dan media ini membuktikan bahwa penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya milik pemerintah semata.
Radio Kota Batik Jadi Corong Edukasi Lingkungan
Radio Kota Batik sendiri merupakan lembaga penyiaran publik milik Pemkot Pekalongan yang berada di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Melalui berbagai program siarannya, radio ini aktif mendukung kebijakan pemerintah daerah, termasuk dalam edukasi pengelolaan sampah.
Penyiar Radio Kota Batik, Kang Ribut, mengungkapkan bahwa peran mereka dalam menyebarkan informasi lingkungan sudah berjalan cukup lama.
“Kami sering menerima permintaan dari dinas-dinas untuk menyiarkan informasi tentang sampah. Namun bahkan tanpa diminta pun, kami punya inisiatif sendiri untuk terus mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
Siaran dan Iklan Layanan Masyarakat Jadi Andalan
Menurut Kang Ribut, kampanye tentang pengelolaan sampah kini semakin digencarkan, terutama setelah muncul isu penutupan dan pembukaan kembali TPA beberapa waktu lalu.
“Kami menyampaikan pesan lewat iklan layanan masyarakat, berita, dan juga siaran rutin. Kami ajak pendengar untuk mulai mengelola sampah dari rumah,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sampah adalah persoalan kolektif yang menuntut keterlibatan semua pihak.
“Sampah itu tanggung jawab kita semua. Semua orang pasti nggak mau lingkungannya kotor. Karena itu, kita harus bareng-bareng menjaga kebersihan,” katanya.
Komunitas Pendengar Ikut Gerakkan Aksi Nyata
Selain melalui siaran, Radio Kota Batik juga melibatkan komunitas pendengarnya, yaitu Warga RKB, untuk ikut mengkampanyekan gerakan peduli sampah. Dalam berbagai kegiatan komunitas, pesan tentang pentingnya memilah, mengurangi, dan mengelola sampah selalu disisipkan.
“Langkah-langkah kecil yang kami lakukan mungkin belum besar dampaknya, tapi kami berharap bisa menularkan semangat kepada masyarakat. Kalau semakin banyak yang peduli dan mulai dari rumah masing-masing, saya yakin masalah sampah ini bisa pelan-pelan teratasi,” tutur Ribut.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki









